Editor
CIKARANG, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi Bosch membantu masyarakat Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, memperoleh akses air bersih melalui pembangunan jaringan perpipaan.
Program bertajuk Bosch Water Project yang dijalankan bersama Habitat for Humanity Indonesia itu telah menyalurkan air bersih langsung ke rumah-rumah warga di Kampung Cimahi.
Sebanyak 40 kepala keluarga kini menikmati layanan air bersih dengan kapasitas pasokan sekitar 21.600 liter per hari.
Baca juga: IWIP dan WBN Bangun Jaringan Air Bersih di Halmahera Tengah
Kepala Desa Pasirranji, Wardi Sunandar, mengatakan persoalan air bersih telah lama menjadi tantangan di wilayahnya.
Meski pengeboran sumur dilakukan hingga kedalaman 135-150 meter, air yang dihasilkan umumnya tidak memenuhi standar kualitas.
“Airnya ada, tapi sering berwarna kuning, berminyak, dan terasa pahit, sehingga tidak bisa digunakan,” ujar Wardi dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (11/5/2026).
Akibatnya, sebagian besar warga selama ini bergantung pada pasokan air dari luar wilayah menggunakan truk tangki. Kondisi tersebut membuat biaya pemenuhan kebutuhan air cukup besar.
Atang, warga Kampung Cimahi, mengatakan sebelum ada jaringan perpipaan, ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 160.000 per minggu atau hampir Rp 1 juta per bulan untuk membeli air.
“Kita pesan mobil tangki, kadang datangnya dua hari kemudian karena antre,” kata Atang.
Selain mahal, warga juga harus menghadapi ketidakpastian pasokan dan terkadang mencari air menggunakan jeriken ketika stok habis.
Setelah jaringan perpipaan tersedia, pengeluaran rumah tangga Atang untuk air turun signifikan menjadi sekitar Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per bulan untuk dua rumah.
“Sekarang paling Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu per bulan. Dulu bisa sampai satu juta,” ujarnya.
Program Director Habitat for Humanity Indonesia, Arwin Soelaksono, mengatakan akses air bersih tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Akses air bersih bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kepastian, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga,” ujar Arwin.
Menurut dia, kolaborasi dengan Bosch Indonesia membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dengan lebih mudah dan terjangkau.
Baca juga: Krisis Air Bersih, KLH Kirim 10.000 Galon dan Alat Penjernih ke Aceh
Pembangunan sistem perpipaan dinilai menjadi solusi paling rasional bagi Pasirranji, mengingat kualitas air tanah yang tidak memadai.
Inisiatif ini juga sejalan dengan target pemerintah daerah untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih hingga 60 persen pada 2026 serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di sektor air bersih dan sanitasi.
Melalui program tersebut, Bosch Indonesia juga melibatkan karyawannya dalam kegiatan sukarela sebagai bentuk partisipasi langsung di masyarakat.
Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan organisasi sosial dapat membantu memperluas akses terhadap kebutuhan dasar yang masih sulit dijangkau sebagian masyarakat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya