JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama mitra mengidentifikasi 10 spesies anggrek rekaman baru (new records) di Indonesia.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Lankesteriana itu, tim mendokumentasikan 10 spesies anggrek baru tercatat, antara lain Bulbophyllum nematocaulon, Bulbophyllum sanguineomaculatum, Cleisomeria lanatum, Corybas calopeplos, dan Corybas holttumii dari Sumatra.
Ada pula Acanthophippium bicolor dan Anoectochilus papuanus dari Jawa; Dendrobium teretifolium dari kepulauan Nusa Tenggara; Bulbophyllum thiurum dari Kalimantan; serta Aerides augustiana dari Sulawesi.
Baca juga: Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
“Temuan 10 rekaman baru ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia masih menyimpan banyak potensi keanekaragaman anggrek yang belum terdokumentasi," ujar peneliti PRBE BRIN, Aninda Retno Utami Wibowo dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
"Eksplorasi lapangan dan kajian koleksi herbarium perlu terus diperkuat untuk memperkaya data biodiversitas nasional,” imbuh dia.
Menurut BRIN, Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas dunia dengan sekitar 5.000 spesies anggrek. Banyak wilayah di Indonesia yang masih belum tereksplorasi secara optimal, sehingga beberapa spesies belum terdokumentasikan.
Baca juga: Daftar 40 Spesies Baru yang Dilindungi, Ada Hyena hingga Hiu
Aninda menjelaskan, riset dilakukan melalui eksplorasi lapangan oleh Yuda Rehata Yudistira dari Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara dan Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, serta Wendy A Mustaqim dari Departemen Biologi Universitas Samudra pada periode 2020 hingga 2024 di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Tim peneliti mengambil spesimen, dokumentasi morfologi, pengawetan herbarium, hingga analisis perbandingan dengan koleksi herbarium nasional dan internasional.
Beberapa spesies yang ditemukan menunjukkan pola persebaran yang menarik. Anoectochilus papuanus yang diketahui tersebar di Papua dan Kepulauan Solomon kini ditemukan di Jawa Timur.
Sedangkan Dendrobium teretifolium yang sebelumnya diketahui berasal dari Australia tercatat ditemukan di Nusa Tenggara Timur.
"Selain memperluas data distribusi spesies, penelitian ini juga memberikan informasi mengenai habitat, ekologi, fenologi, serta karakter morfologi masing-masing spesies anggrek. Beberapa spesies ditemukan tumbuh di hutan pegunungan, rawa dataran rendah, hingga kawasan hutan lumut dengan kondisi lingkungan yang spesifik," beber dia.
Tim peneliti berharap hasil risetnya bisa menjadi dasar penting bagi upaya konservasi flora Indonesia, terutama di kawasan yang masih kurang tereksplorasi. Dokumentasi spesies yang akurat diperlukan untuk mendukung perlindungan habitat serta penguatan kebijakan konservasi berbasis data ilmiah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya