Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Deloitte: Kesehatan Mental Jadi Prioritas Utama Pekerja Muda

Kompas.com, 29 Mei 2026, 13:44 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Deloitte mengungkapkan bahwa generasi Z (Gen Z) dan milenial saat ini lebih memprioritaskan kesejahteraan dan kesehatan mental di dunia kerja. Hal ini menjadi fondasi yang menentukan seberapa banyak pekerjaan yang dapat mereka tangani.

Menurut Deloitte, sebanyak 63 persen Gen Z dan 66 persen milenial menilai kesehatan mental mereka baik atau sangat baik dibandingkan tahun lalu. Survei dilakukan terhadap 22.500 responden dari 44 negara.

Lebih dari 40 persen responden di kedua kelompok mengatakan kondisi stres dan kecemasan mereka lebih baik dibandingkan setahun lalu.

Baca juga: Kenapa Gen Z Makin Sulit Cari Kerja Setelah Lulus?

"Jika kesejahteraan adalah infrastruktur, maka lingkungan kerja dan manajer yang suportif adalah fondasinya. Banyak Gen Z dan milenial merasa organisasi atau perusahaan mereka telah membuat kemajuan nyata dalam beberapa tahun terakhir," kata Deloitte dalam laporannya dikutip Jumat (29/5/2026).

Di tingkat organisasi, 69 persen responden merasa perusahaan memandang serius kesehatan mental karyawan. Angkanya naik hingga 15 poin dibandingkan survei 2024.

Deloitte juga mencatat 65 persen Gen Z dan milenial mengaku perusahaan tempatnya bekerja memiliki kebijakan dan bantuan terkait kesehatan mental.

Sementara itu, 66 persen Gen Z dan 64 persen milenial mengatakan perusahaan mereka memandang serius burnout karyawan dan aktif mengambil langkah pencegahan.

"Kepercayaan terhadap dukungan manajer juga meningkat. Sebanyak 72 persen merasa yakin mereka tidak akan didiskriminasi jika menyampaikan kekhawatiran tentang kesehatan mental kepada manajer mereka, naik 15 poin persentase untuk Gen Z dan 11 poin untuk milenial sejak 2024," jelas Deloitte.

Tercatat, 68 persen Gen Z dan 70 persen milenial mengaku akan merasa nyaman berbicara secara terbuka dengan manajer perusahaan mengenai tantangan kesehatan mental.

Deloitte mengungkapkan, peran manajer sangat penting dalam mendukung kesejahteraan mental karyawan.

Baca juga: Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z

Mayoritas responden percaya manajer seharusnya membantu menetapkan batasan dan mendukung keseimbangan kerja serta hidup, membangun budaya kerja yang positif, inklusif, dan mendukung kesejahteraan karyawan.

Namun, hanya sekitar seperempat responden konsisten merasakannya.

Pemicu Stres Pekerja

Dalam survei, Deloitte menemukan perasaan cemas dan stres sepnajang waktu masih dialami 34 persen Gen Z serta 30 persen milenial. Hampir separuh responden Gen Z (48 persen) dan milenial (45 persen) merasa burnout.

Ketika ditanya faktor apa yang paling berkontribusi terhadap perasaan cemas dan stres mereka, kedua generasi menyebut kekhawatiran tentang masa depan finansial jangka panjang mereka. Lalu diikuti oleh kesehatan dan kesejahteraan keluarga, dan kondisi keuangan.

Tekanan pekerjaan seperti jam kerja panjang, kurangnya apresiasi, serta tingginya beban kerja juga menjadi pemicu utama stres bagi pekerja muda.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau