Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tantangan di Balik Piring Makan Anak Indonesia: Menyuap Gizi, Membangun Kebiasaan

Kompas.com, 2 Juni 2026, 18:02 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Kualitas generasi masa depan Indonesia hari ini tengah dipertaruhkan di atas piring-piring makan anak-anak. Sebuah catatan penting sering kali luput dari ruang diskursus publik, gizi yang baik tidak bisa sekadar diantarkan dan disuapkan.

Efektivitas jangka panjang perlu dibarengi edukasi mendasar guna menumbuhkan kesadaran personal anak termasuk dalam membangun budaya hidup sehat berkelanjutan.

Inilah yang coba dibangun Indonesia Health Development Center Youth (IHDC Youth), wadah generasi muda lintas disiplin ilmu untuk berkontribusi nyata dalam membenahi sektor kesehatan nasional melalui program "Sarapan Bergizi" yang digelar di Pesantren Alam Pangrango, Bogor, pada Sabtu (30/5/2026).

Alih-alih menempatkan anak sekadar sebagai penerima pasif, gerakan ini mendorong generasi muda menjadi bagian dari solusi pembangunan kesehatan.

Lewat inisiatif ini, pemenuhan nutrisi tidak lagi dipandang sebagai proyek distribusi logistik semata, melainkan sebuah proses belajar mandiri yang memadukan sains gizi dengan realitas pangan di sekitar.

Melalui inisiatif ini, IHDC Youth memadukan penyuluhan nutrisi dengan implementasi praktis guna mendorong para santri mengadopsi pola makan sehat dan seimbang demi mendongkrak kualitas gizi generasi penerus bangsa.

Dipilihnya Pesantren Alam Pangrango sebagai titik mula program "Sarapan Bergizi" bukan tanpa alasan. Di tempat ini, transfer ilmu seputar nutrisi tidak berhenti di dalam ruang kelas, melainkan melebur dengan pengalaman belajar yang holistik.

IHDC Youth mengajak para santri bergerak langsung di lapangan, mengolah hasil bumi lokal dari kebun mereka sendiri untuk memahami mata rantai pangan sehat secara utuh.

Langkah taktis ini sejalan dengan kegelisahan Eriq Moeloek. Ketua IHDC Youth tersebut menegaskan bahwa pembenahan gizi adalah pilar krusial bagi tumbuh kembang dan masa depan generasi bangsa.

Berangkat dari urgensi itulah, mereka berupaya melengkapi agenda penguatan nutrisi nasional lewat aksi pembumian yang menyentuh langsung denyut nadi keseharian masyarakat.

Baca juga: Manfaat Mengurangi Makanan Olahan, Ahli Gizi Ungkap Manfaatnya

Edukasi prinsip gizi seimbang

“Kami menyambut baik berbagai upaya peningkatan kualitas gizi yang saat ini menjadi perhatian nasional," ungkap Eriq Moeloek.

IHDC Youth menginisiasi program Sarapan Bergizi yang digelar di Pesantren Alam Pangrango, Bogor, pada Sabtu (30/5/2026).
DOK. IHDC Youth IHDC Youth menginisiasi program Sarapan Bergizi yang digelar di Pesantren Alam Pangrango, Bogor, pada Sabtu (30/5/2026).

"Sebagai organisasi anak muda, kami ingin ikut mengambil bagian dan memberikan kontribusi melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui Sarapan Bergizi, kami berharap dapat mendukung tumbuhnya kebiasaan makan yang lebih sehat sejak usia dini," jelasnya.

Secara teknis, program "Sarapan Bergizi" ini menjadikan Pedoman Gizi Seimbang serta prinsip Isi Piringku sebagai acuan utama yang mudah diterapkan oleh anak-anak dalam keseharian mereka.

Edukasi ini menekankan bahwa keragaman dan keseimbangan asupan adalah kunci utama untuk menyokong fase tumbuh kembang, menjaga kebugaran, hingga meningkatkan kapasitas kognitif remaja dalam belajar.

Di balik perancangan kurikulum edukasi ini, ada andil besar dari ahli gizi Elsa Hilman-Jenie yang mengonsepkan materi sejak awal. Menariknya, Elsa tidak hanya bicara soal takaran nutrisi, tetapi juga memperluas bahasannya ke ranah higiene dan sanitasi pangan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau