JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra International Tbk mengajak karyawannya untuk beralih menggunakan transportasi umum saat berangkat dan pulang kantor, demi mengurai kemacetan dan menekan emisi.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy menjelaskan hal itu dilakukan dalam rangka peluncuran kampanye bertajuk Insan Astra Ayo Naik Transum, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
"Kampanye ini merupakan bagian dari dukungan Astra terhadap visi Pemerintah Provinsi DKI untuk membangun Jakarta sebagai kota global yang lebih hijau, inklusif, dan juga berkelanjutan," ungkap Rudy di Menara Astra, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Filter Rokok Turut Merusak Lingkungan lewat Limbah, Polusi, dan Emisi
"Jadi, sebagai perusahaan yang sudah ada di Jakarta sejak tujuh dekade lalu, Astra ingin mengajak Insan Astra yang bekerja di Jakarta bagaimana menggunakan transportasi umum untuk menuju dan pulang kantor, bagian dari mobilitas keseharian," imbuh dia.
Pada tahap awal, perusahaan mengajak lebih dari 900 pekerja di kantor pusat menumpangi tansportasi umum dengan memberikan voucher penggunaan Mass Rapid Transit (MRT) dan TransJakarta melalui aplikasi dompet digital AstraPay.
Selain itu, Astra juga menyiapkan apresiasi bagi karyawan yang paling sering menggunakan transportasi umum sebagai upaya membangun budaya baru di lingkungan perusahaan.
Baca juga: Dibanding Biofuel, EV Disebut Lebih Layak Jadi Alternatif untuk Tekan Impor BBM
"Di luar kegiatan ini, sebelumnya kami juga sudah mulai mendukung kegiatan transportasi umum, di mana kami hadir di Halte Transjakarta Bundaran HI, Halte Transjakarta Menara Astra, termasuk Stasiun MRT Setiabudi Astra dengan karya-karya hasil kolaborasi Astra dengan seniman lokal yang menambah keindahan lokasi-lokasi tersebut,"
Dalam kesempatan itu, Rudy menegaskan komitmen Astra terhadap agenda keberlanjutan melalui Astra 2030 Sustainability Aspirations yang diluncurkan sejak 2022. Program tersebut mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, hingga pengelolaan limbah.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons baik langkah Astra mendorong penggunaan transportasi umum di Jakarta. Dia berpandangan, keterlibatan perusahaan swasta akan berdampak signifikan terhadap upaya pengurangan kemacetan dan polusi di Ibu Kota.
Pemprov DKI Jakarta sendiri telah mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menumpangi kendaraan umum setiap hari Rabu. Ia menyebutkan, kualitas transportasi umum Jakarta kini terus meningkat. Bahkan, Jakarta disebut menempati posisi kedua di ASEAN kategori transportasi umum terbaik di bawah Singapura.
“Jakarta sekarang ini untuk Asia nomor delapan dan di dunia nomor 27. Kita lebih baik dari Bangkok, Hanoi, Kuala Lumpur, dan Manila,” kata Pramono.
Konektivitas transportasi umum di Jakarta pun mencapai 93 persen. Namun, tingkat penggunaan rutin transportasi publik masih berada di bawah 30 persen.
"Kebanyakan orang dari suburban area, Tangerang, Bekasi, Depok, Tangerang Selatan, Bogor, itu lebih banyak yang kemudian mereka masih menggunakan kendaraan pribadi, parkir di park and ride di sekitar Jakarta baru mereka naik transportasi umum," jelas dia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya