Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kurangi Macet dan Polusi, Astra Ajak Karyawan Gunakan Transportasi Umum

Kompas.com, 5 Juni 2026, 19:22 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra International Tbk mengajak karyawannya untuk beralih menggunakan transportasi umum saat berangkat dan pulang kantor, demi mengurai kemacetan dan menekan emisi.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy menjelaskan hal itu dilakukan dalam rangka peluncuran kampanye bertajuk Insan Astra Ayo Naik Transum, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

"Kampanye ini merupakan bagian dari dukungan Astra terhadap visi Pemerintah Provinsi DKI untuk membangun Jakarta sebagai kota global yang lebih hijau, inklusif, dan juga berkelanjutan," ungkap Rudy di Menara Astra, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Filter Rokok Turut Merusak Lingkungan lewat Limbah, Polusi, dan Emisi

"Jadi, sebagai perusahaan yang sudah ada di Jakarta sejak tujuh dekade lalu, Astra ingin mengajak Insan Astra yang bekerja di Jakarta bagaimana menggunakan transportasi umum untuk menuju dan pulang kantor, bagian dari mobilitas keseharian," imbuh dia.

Pada tahap awal, perusahaan mengajak lebih dari 900 pekerja di kantor pusat menumpangi tansportasi umum dengan memberikan voucher penggunaan Mass Rapid Transit (MRT) dan TransJakarta melalui aplikasi dompet digital AstraPay.

Selain itu, Astra juga menyiapkan apresiasi bagi karyawan yang paling sering menggunakan transportasi umum sebagai upaya membangun budaya baru di lingkungan perusahaan.

Baca juga: Dibanding Biofuel, EV Disebut Lebih Layak Jadi Alternatif untuk Tekan Impor BBM

"Di luar kegiatan ini, sebelumnya kami juga sudah mulai mendukung kegiatan transportasi umum, di mana kami hadir di Halte Transjakarta Bundaran HI, Halte Transjakarta Menara Astra, termasuk Stasiun MRT Setiabudi Astra dengan karya-karya hasil kolaborasi Astra dengan seniman lokal yang menambah keindahan lokasi-lokasi tersebut,"

Dalam kesempatan itu, Rudy menegaskan komitmen Astra terhadap agenda keberlanjutan melalui Astra 2030 Sustainability Aspirations yang diluncurkan sejak 2022. Program tersebut mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, hingga pengelolaan limbah.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons baik langkah Astra mendorong penggunaan transportasi umum di Jakarta. Dia berpandangan, keterlibatan perusahaan swasta akan berdampak signifikan terhadap upaya pengurangan kemacetan dan polusi di Ibu Kota.

Pengguna transportasi publik baru 33 persen

Pemprov DKI Jakarta sendiri telah mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menumpangi kendaraan umum setiap hari Rabu. Ia menyebutkan, kualitas transportasi umum Jakarta kini terus meningkat. Bahkan, Jakarta disebut menempati posisi kedua di ASEAN kategori transportasi umum terbaik di bawah Singapura.

“Jakarta sekarang ini untuk Asia nomor delapan dan di dunia nomor 27. Kita lebih baik dari Bangkok, Hanoi, Kuala Lumpur, dan Manila,” kata Pramono.

Konektivitas transportasi umum di Jakarta pun mencapai 93 persen. Namun, tingkat penggunaan rutin transportasi publik masih berada di bawah 30 persen.

"Kebanyakan orang dari suburban area, Tangerang, Bekasi, Depok, Tangerang Selatan, Bogor, itu lebih banyak yang kemudian mereka masih menggunakan kendaraan pribadi, parkir di park and ride di sekitar Jakarta baru mereka naik transportasi umum," jelas dia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau