SUKABUMI, KOMPAS.com - Cabang PT Federal International Finance (FIFGROUP) Gresik berkolaborasi dengan BUMDes Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik untuk mengembangkan kotoran kelelawar atau pupuk Guano sejak 2023.
Cabang FIFGROUP Gresik membantu menghidupkan kembali pengelolaan pupuk Guano di gua kelelawar di area kerja mereka yang sempat vakum atau tidak ada aktivitas ekonomi masyarakat untuk sementara.
Berdasarkan survei Cabang FIFGROUP Gresik, sudah lebih dari dua tahun masyarakat Desa Melirang, Kecamatan Bungah, berhenti memanen pupuk Guano, yang sebenarnya selama ini secara konsisten mereka lakukan.
Baca juga: Kampung Tajur Purwakarta, Desa Wisata dengan 43 Rumah Panggung yang Dijaga agar Tetap Autentik
"Sebelumnya itu sudah pernah lama ya, cuma dibiarkan begitu saja karena tidak ada permintaan. Jadi, marketnya agak stagnan. (Dalam) Setahun setidaknya minimal satu kali (panen untuk dikelola) supaya enggak menumpuk (kotoran kelelawarnya)," ujar Kepala Cabang FIFGroup Gresik, Ira Oktafia Damayanti di Sukabumi, Sabtu (11/7/2026).
Pupuk Guano yang tidak dipanen akan mengganggu ekosistem di sekitar gua. Kotoran kelelawar menguarkan bau tidak sedap sebagai polusi udara yang membahayakan penduduk setempat.
"Karena kalau enggak diambil semakin bau, menyebar. Apalagi, guanya itu tempatnya (ada) kafe dan pemandian anak-anak buat rekreasi gitu. Kan karena dikembangkan BUMDes ya. Jadi, sangat terbantu sekali kalau misalnya kotoran Guano tadi itu diambil, itu sangat terbantu untuk diolah ya," tutur Ira.
Padahal, jika pemasaran pupuk Guano dilakukan dengan baik, pemanenan kotoran kelelawar dapat menjadi potensi ekonomi bagi BUMDes Desa Melirang. Pada akhir Oktober 2023, BUMDes Desa Melirang memanen kotoran kelelawar dan Cabang FIFGROUP Gresik membantu menjual pupuk Guano.
Pertama, Cabang FIFGROUP Gresik mengajarkan pengemasan pasca pengeringan kotoran kelelawar. Kedua, Cabang FIFGROUP Gresik memberikan pendampingan pemasaran pupuk Guano melalui marketplace secara online.
Ketiga, Cabang FIFGROUP Gresik menitipkan produk pupuk Guano ke berbagai usaha mikro kecil menengah (UMKM), seperti toko bunga atau tanaman, yang menjadi bagian dari jaringan mereka.
Keempat, Cabang FIFGROUP Gresik membantu memperkenalkan pupuk Guano melalui lini bisnis (line of business/LOB), seperti Finantra, Danastra, dan Amitra. Di sisi lain, Cabang FIFGROUP Gresik juga mempromosikan produk-produk lini bisnis lewat barcode kemasan pupuk Guano.
"Di situ, tiap bulan akan diperbarui, promo pembelian motor atau pembiayaan haji umrah, dan bahkan lowongan kerja untuk masyarakat sekitar, hasilnya ada pelamar yang akhirnya bergabung menjadi karyawan," ucapnya.
Selain itu, Cabang FIFGROUP Gresik menyalurkan berbagai bantuan untuk mendorong pemanfaatan kotoran kelelawar. Misalnya, alat pelindung diri (APD) berupa masker respirator dan baju hazmat agar keamanan masyarakat selama memanen kotoran kelelawar di dalam gua bisa terjaga. Lalu, speaker untuk sosialisasi pemanfaatan kotoran kelelawar kepada kelompok tani atau petambak.
Sementara itu, pengembangan produk dari pupuk Guano murni berasal dari inisiatif masyarakat, seperti mengolahnya menjadi pupuk organik cair (POC).
Pupuk Guano umumnya dijual dalam kemasan 1 kg, 20 kg, atau bahkan pembelian partai besar hingga 1 ton. Harga pupuk Guano untuk curah sekitar Rp 3.000-4.000 per kilo. Sedangkan harga untuk kemasan sebesar Rp 10.000 per kg.
Baca juga: Kejar SDGs Desa, Desa Wisata dan Tanggap Bencana Masuk Program Kunci
"Yang kami undang di situ ada kelompok tani-kelompok tani, kemudian perikanan ya, dari perikanan, petambak. Ternyata, pupuk Guano itu selain untuk pertanian juga untuk petambak perikanan. Jadi, ditabur di kolamnya itu sebelum diberi tanah. Jadi sebelum ikannya masuk gitu dikasih Guano dulu. Nanti efeknya itu bandengnya enggak bau tanah, enggak berlendir juga. Rasanya lebih gurih kata mereka," ujar Ira.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya