Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maybank Marathon Bidik Ajang Lari Netral Karbon pada 2030

Kompas.com, 15 Juli 2026, 10:02 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggara Maybank Marathon menargetkan ajang lari tersebut menjadi netral karbon pada 2030.

Target tersebut disusun setelah dilakukan penghitungan jejak karbon penyelenggaraan Maybank Marathon 2025 yang menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 4,336 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO?e) selama tiga hari pelaksanaan.

ESG Lead Jejakin, Dwiputra Ahmad Ramdani, mengatakan hasil penghitungan tersebut menjadi dasar penyusunan peta jalan menuju penyelenggaraan maraton yang lebih rendah emisi.

"Baseline emisi karbon ini menjadi landasan bagi Maybank Indonesia dalam menyusun roadmap menuju penyelenggaraan Maybank Marathon Netral Karbon 2030," ujar Dwiputra di Jakarta, Selasa (14/7/2027).

Baca juga: OJK: Integrasi SRUK dan IDX Carbon Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Pasar Karbon Indonesia

Berdasarkan hasil pengukuran, mayoritas emisi berasal dari aktivitas peserta, terutama penggunaan transportasi dan akomodasi menuju lokasi lomba.

Head Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska mengatakan, penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 akan lebih difokuskan pada upaya menekan emisi dari sektor transportasi.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan layanan shuttle bagi peserta dan memperluas penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), termasuk untuk kendaraan marshal yang mengawal pelari selama perlombaan.

"Tahun ini kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa perjalanan dari Jakarta ke Bali juga menjadi penyumbang emisi. Karena itu, kami mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan, termasuk memperluas penggunaan kendaraan listrik," kata Maria.

Penerbangan ramah lingkungan

Selain itu, penyelenggara juga mulai menjajaki penggunaan sustainable aviation fuel (SAF) untuk penerbangan menuju lokasi lomba sebagai bagian dari strategi pengurangan jejak karbon. Namun, inisiatif tersebut masih berada pada tahap eksplorasi dan belum diterapkan pada penyelenggaraan tahun ini.

"Kami masih dalam fase eksplorasi. Mudah-mudahan pada tahun-tahun berikutnya inisiatif seperti ini bisa kami tawarkan kepada para peserta," ujarnya.

Tidak hanya sektor transportasi, penyelenggara juga berencana meningkatkan penggunaan hotel yang memiliki sertifikasi bangunan hijau serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah dan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Maria mengatakan pihaknya telah memiliki fasilitas pengolahan sampah organik di Bali yang mulai beroperasi sejak 2024 sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan penyelenggaraan acara.

Baca juga: Amazon Teken Kesepakatan Serap 2 Juta Ton Karbon Berbasis Alam

Maybank Indonesia menyatakan berbagai langkah tersebut dilakukan agar penyelenggaraan Maybank Marathon sejalan dengan standar penyelenggaraan acara berkelanjutan yang dikembangkan World Athletics.

Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan mengatakan keberlanjutan menjadi bagian dari strategi penyelenggaraan ajang tersebut.

"Keberlanjutan bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi fondasi dalam penyelenggaraan Maybank Marathon. Kami ingin mengajak pelari, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak menuju masa depan yang lebih hijau," ujarnya.

Untuk menyusun strategi pengurangan emisi, Maybank Indonesia bekerja sama dengan perusahaan teknologi iklim Jejakin yang melakukan penghitungan jejak karbon Maybank Marathon 2025 menggunakan Carbon Neutral Protocol Framework.

Selain aspek lingkungan, penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 juga akan diikuti program literasi keuangan bagi 40 sekolah di sepanjang rute lomba.

Maria mengatakan program tersebut dikembangkan sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan maraton, khususnya sekolah-sekolah yang rutin menjadi titik penyemangat (cheering) bagi para pelari.

"Kami memberikan modul literasi keuangan agar siswa memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan," kata Maria.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau