JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggara Maybank Marathon menargetkan ajang lari tersebut menjadi netral karbon pada 2030.
Target tersebut disusun setelah dilakukan penghitungan jejak karbon penyelenggaraan Maybank Marathon 2025 yang menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 4,336 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO?e) selama tiga hari pelaksanaan.
ESG Lead Jejakin, Dwiputra Ahmad Ramdani, mengatakan hasil penghitungan tersebut menjadi dasar penyusunan peta jalan menuju penyelenggaraan maraton yang lebih rendah emisi.
"Baseline emisi karbon ini menjadi landasan bagi Maybank Indonesia dalam menyusun roadmap menuju penyelenggaraan Maybank Marathon Netral Karbon 2030," ujar Dwiputra di Jakarta, Selasa (14/7/2027).
Baca juga: OJK: Integrasi SRUK dan IDX Carbon Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Pasar Karbon Indonesia
Berdasarkan hasil pengukuran, mayoritas emisi berasal dari aktivitas peserta, terutama penggunaan transportasi dan akomodasi menuju lokasi lomba.
Head Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska mengatakan, penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 akan lebih difokuskan pada upaya menekan emisi dari sektor transportasi.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan layanan shuttle bagi peserta dan memperluas penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), termasuk untuk kendaraan marshal yang mengawal pelari selama perlombaan.
"Tahun ini kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa perjalanan dari Jakarta ke Bali juga menjadi penyumbang emisi. Karena itu, kami mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan, termasuk memperluas penggunaan kendaraan listrik," kata Maria.
Selain itu, penyelenggara juga mulai menjajaki penggunaan sustainable aviation fuel (SAF) untuk penerbangan menuju lokasi lomba sebagai bagian dari strategi pengurangan jejak karbon. Namun, inisiatif tersebut masih berada pada tahap eksplorasi dan belum diterapkan pada penyelenggaraan tahun ini.
"Kami masih dalam fase eksplorasi. Mudah-mudahan pada tahun-tahun berikutnya inisiatif seperti ini bisa kami tawarkan kepada para peserta," ujarnya.
Tidak hanya sektor transportasi, penyelenggara juga berencana meningkatkan penggunaan hotel yang memiliki sertifikasi bangunan hijau serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah dan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
Maria mengatakan pihaknya telah memiliki fasilitas pengolahan sampah organik di Bali yang mulai beroperasi sejak 2024 sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan penyelenggaraan acara.
Baca juga: Amazon Teken Kesepakatan Serap 2 Juta Ton Karbon Berbasis Alam
Maybank Indonesia menyatakan berbagai langkah tersebut dilakukan agar penyelenggaraan Maybank Marathon sejalan dengan standar penyelenggaraan acara berkelanjutan yang dikembangkan World Athletics.
Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan mengatakan keberlanjutan menjadi bagian dari strategi penyelenggaraan ajang tersebut.
"Keberlanjutan bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi fondasi dalam penyelenggaraan Maybank Marathon. Kami ingin mengajak pelari, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak menuju masa depan yang lebih hijau," ujarnya.
Untuk menyusun strategi pengurangan emisi, Maybank Indonesia bekerja sama dengan perusahaan teknologi iklim Jejakin yang melakukan penghitungan jejak karbon Maybank Marathon 2025 menggunakan Carbon Neutral Protocol Framework.
Selain aspek lingkungan, penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 juga akan diikuti program literasi keuangan bagi 40 sekolah di sepanjang rute lomba.
Maria mengatakan program tersebut dikembangkan sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan maraton, khususnya sekolah-sekolah yang rutin menjadi titik penyemangat (cheering) bagi para pelari.
"Kami memberikan modul literasi keuangan agar siswa memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan," kata Maria.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya