Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat

Kompas.com, 17 Juli 2026, 10:21 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan sampah di sekolah umumnya diselesaikan di dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Namun, bagi tim Smart-Go dari SMKN 3 Mandau, Provinsi Riau, tantangan justru muncul ketika sistem pengelolaan sampah di sekolah telah berjalan baik, sementara lingkungan di sekitarnya masih bergelut dengan persoalan sampah.

Berangkat dari kondisi tersebut, lima siswa SMKN 3 Mandau, yakni Alfi Sunny, Nabila Olivia, Ridho Ady, Siti Nur Amalia, dan Yovie Fauzulia, mengembangkan Smart-Go, sebuah platform bank sampah digital yang menghubungkan masyarakat dengan bank sampah sekolah.

Melalui platform ini, warga dapat memilah sampah dari rumah, mengajukan penjemputan melalui mitra ojek, hingga memperoleh poin yang tercatat secara digital.

Baca juga: Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih

Inovasi tersebut mengantarkan Smart-Go meraih Runner-up kategori Waste Management Project dalam ASRI Awards 2025.

ASRI Awards merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan Kompas Gramedia bersama Unilever Indonesia bagi siswa yang menghadirkan solusi nyata untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Program ini juga didukung oleh materi pembelajaran mengenai keberlanjutan melalui platform Lestari Academy, yang dapat diakses secara gratis oleh siswa dari berbagai sekolah di Indonesia.

Berangkat dari Pertanyaan Sederhana

Di SMKN 3 Mandau, budaya mengelola sampah sebenarnya telah terbentuk dengan baik. Siswa terbiasa memilah sampah dan mengolah limbah. Ketiadaan kantin di sekolah juga membuat sebagian besar siswa membawa bekal dari rumah dan membawa pulang kembali wadah makan mereka, sehingga volume sampah relatif kecil.

Namun, kondisi itu justru memunculkan pertanyaan baru.

Jika lingkungan sekolah sudah bersih, sementara kawasan di luar sekolah masih dipenuhi sampah dan bahkan belum memiliki tempat pembuangan akhir, apakah bank sampah cukup berhenti sebagai program internal sekolah?

Pertanyaan tersebut menjadi titik balik lahirnya Smart-Go. Tim menyadari bahwa tantangan sesungguhnya bukan lagi mengelola sampah di sekolah, melainkan membangun sistem yang mampu menjangkau masyarakat sekitar.

Smart-Go kemudian dikembangkan sebagai platform digital yang mempertemukan warga dengan bank sampah sekolah.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memilah sampah dari rumah, kemudian menjadwalkan penjemputan oleh mitra ojek. Seluruh transaksi tercatat dalam sistem digital yang dilengkapi mekanisme poin sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna.

Baca juga: Singapura Evaluasi Rencana Induk Daur Ulang Sampah Demi Perpanjang Usia TPA Semakau

Dengan pendekatan itu, sampah yang sebelumnya tidak terkelola mulai memiliki jalur pengumpulan yang lebih teratur. Di sisi lain, bank sampah sekolah memperoleh pasokan material yang lebih beragam untuk diolah.

Memberi Dampak Sosial

Manfaat Smart-Go tidak berhenti pada pengurangan sampah.

Program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, termasuk orang tua siswa yang terlibat dalam proses penjemputan maupun pengolahan sampah. Sekolah pun berkembang menjadi ruang belajar yang terbuka, tempat praktik pengelolaan sampah dapat dipelajari dan diterapkan bersama masyarakat.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Pemerintah
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Swasta
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Pemerintah
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
LSM/Figur
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
Pemerintah
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Pemerintah
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
Pemerintah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
LSM/Figur
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
LSM/Figur
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Pemerintah
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Pemerintah
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
BUMN
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau