Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi Unilever Bangun Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Dinamika Pasar

Kompas.com, 28 Juli 2026, 14:06 WIB
Muhammad Rizqan Alfarisi,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah dinamika pasar, pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan penjualan. Penguatan merek, distribusi, hingga produktivitas juga menjadi bagian dari strategi menjaga momentum dalam jangka panjang.

Pendekatan tersebut salah satunya terlihat dari strategi yang dijalankan PT Unilever Indonesia Tbk dalam memperkuat fundamental bisnisnya.

Pendekatan tersebut menjadi fokus PT Unilever Indonesia Tbk. dan mulai tecermin pada kinerja semester pertama 2026, yang menandai empat kuartal berturut-turut pertumbuhan bagi perseroan.

Pada semester pertama 2026, penjualan bersih dari operasi berkelanjutan–tidak termasuk bisnis Teh Sariwangi–mencapai Rp 16,9 triliun atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan volume dasar sebesar 7,3 persen, sementara laba bersih dari operasi berkelanjutan (tidak termasuk bisnis teh SariWangi) naik 10,2 persen menjadi Rp 2,1 triliun.

Di sisi lain, margin kotor dari operasi berkelanjutan tercatat 46,6 persen, turun 168 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Tanpa memperhitungkan biaya transformasi, margin kotor berada di level 47,7 persen.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. Benjie Yap mengatakan, capaian tersebut menunjukkan hasil dari upaya perusahaan memperkuat fundamental bisnis melalui strategi yang dijalankan secara konsisten.

"Kinerja semester pertama 2026 mencerminkan hasil positif dari upaya kami memperkuat fundamental bisnis. Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan positif baik pada penjualan maupun laba, didukung oleh pertumbuhan volume yang kuat, yang mencerminkan semakin baiknya eksekusi di pasar," ujar Benjie melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/7/2026)

Untuk memperkuat fundamental bisnis, Unilever menjalankan tiga fokus utama, yakni penguatan kategori dan merek, optimalisasi saluran penjualan, serta produktivitas dan pengelolaan biaya.

Perkuat merek dan inovasi

Perusahaan terus meningkatkan daya saing melalui inovasi dan pengembangan merek agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.

Salah satunya dilakukan melalui pendekatan Desire at Scale, yakni memperkuat daya tarik merek melalui diferensiasi berbasis sains, estetika, dan pengalaman sensorik.

Unilever juga mengandalkan penciptaan permintaan melalui kanal sosial (social-first demand creation), antara lain dengan menggandeng kreator dan membangun kemitraan yang relevan dengan budaya konsumen.

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 18 dari 24 merek Unilever mencatatkan pertumbuhan pada semester pertama 2026.

Menurut perusahaan, bisnis inti yang sebelumnya menghadapi tantangan kembali tumbuh, sementara segmen dengan pertumbuhan tinggi terus mencatatkan pertumbuhan dua digit.

Optimalkan saluran penjualan

Perusahaan meningkatkan kapabilitas route-to-market di berbagai kanal penjualan.
Pada kanal perdagangan tradisional (general trade), strategi dijalankan melalui agenda More Stores dan Better Stores untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan ketersediaan produk.

Sementara itu, pada kanal perdagangan modern (modern trade), Unilever memperkuat eksekusi dan aktivasi kategori untuk meningkatkan keterlibatan pembeli, visibilitas, serta konversi di toko.

Momentum pertumbuhan juga berlanjut pada kanal Health & Beauty dan e-commerce.
Kinerja tersebut didukung portofolio yang terdiferensiasi, strategi social-first demand creation, serta penguatan kapabilitas secara menyeluruh.

Jaga produktivitas dan ruang investasi

Selain memperkuat pasar, Unilever menjalankan penyesuaian harga secara terukur, inisiatif produktivitas, dan disiplin biaya untuk menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya.

Strategi tersebut juga ditujukan untuk menjaga ruang investasi, terutama bagi merek-merek prioritas dan pengembangan kapabilitas digital.

Investasi tersebut ditujukan untuk memperkuat ekuitas merek, meningkatkan efektivitas eksekusi di pasar, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang.

"Ke depan, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang kompetitif melalui eksekusi yang disiplin atas strategi kategori, saluran penjualan, dan biaya," kata Benjie.

Menurut dia, Unilever akan terus memperkuat fundamental bisnis, portofolio merek, efektivitas eksekusi pasar, dan produktivitas untuk menjaga daya saing serta mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Sejumlah Spot Selancar Dunia Terancam Rusak
Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Sejumlah Spot Selancar Dunia Terancam Rusak
Pemerintah
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
Pemerintah
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Pemerintah
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
LSM/Figur
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Pemerintah
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Pemerintah
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Pemerintah
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau