KOMPAS.com - Yayasan yang didukung oleh Leonardo DiCaprio dan Jeff Bezos meluncurkan proyek senilai 200 juta dolar AS (sekitar Rp3,58 triliun) untuk menyelamatkan 100 spesies paling terancam punah di bumi.
Satwa langka yang dilindungi meliputi lemur, salamander, trenggiling, babi hutan, hingga ekidna (landak Papua).
Melansir Independent, Selasa (4/8/2026) melalui organisasi milik mereka, DiCaprio (Re:wild) dan Bezos (Bezos Earth Fund) memimpin proyek yang dinamai Phoenix Species Project.
Proyek tersebut mereka sebut sebagai dana bantuan tunggal terbesar dalam sejarah yang dikhususkan untuk memulihkan hewan-hewan yang terancam punah.
Baca juga: Dampak Pemanasan Samudra, Ukuran Hewan Laut Terus Mengecil
DiCaprio sendiri sudah bertahun-tahun merancang ide besar ini untuk menolong berbagai spesies yang tempat tinggal dan keberlangsungannya terancam oleh perubahan iklim.
Pada tahun 2021, Leonardo DiCaprio dan pendiri Re:wild, Wes Sechrest, seorang ahli biologi yang menjabat sebagai CEO organisasi tersebut, bertemu dengan pendiri Amazon, Jeff Bezos, beserta istrinya, Lauren Sánchez Bezos. Jeff Bezos menjabat sebagai ketua dan istrinya sebagai wakil ketua di Bezos Earth Fund.
Pertemuan tersebut berlanjut ke serangkaian diskusi dengan pemerintah daerah, kelompok pecinta lingkungan, dan masyarakat adat untuk mencari cara terbaik dalam menyelamatkan hewan-hewan yang paling terancam punah. Diskusi-diskusi itulah yang akhirnya melahirkan Phoenix Species Project.
Beberapa hewan yang coba diselamatkan melalui proyek ini antara lain Sifaka mahkota emas, Salamander hijau Hickory Nut Gorge, Babi kutil Visayan, Iguana darat merah muda, dan Trenggiling Sunda.
Baca juga: Panas Ekstrem Jadi Ancaman Nyata Bagi Kelangsungan Hidup Satwa Liar
Tujuan dari proyek ini salah satunya adalah memberikan dukungan jangka panjang bagi berbagai usaha penyelamatan kecil yang sebenarnya berhasil, tetapi selama ini sering kekurangan dana.
"Kami telah bertahun-tahun melindungi lemur sifaka dengan anggaran seadanya yang sebenarnya sangat jauh dari cukup. Namun, membiarkannya punah sama sekali bukanlah pilihan," ujar Tiana Andriamanana, Direktur Eksekutif Association Fanamby, salah satu kelompok yang menerima bantuan dana dari proyek ini.
"Bantuan dana, jaringan global, dan dukungan teknis ini mengubah segalanya dan membuat hal yang mustahil menjadi mungkin," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya