Penulis
KOMPAS.com – Krisis iklim global kini tak hanya menuntut sektor transportasi dan energi bertransformasi, tetapi juga sektor bangunan dan manufaktur.
Laporan Global Status Report for Buildings and Construction dari UNEP mencatat, sektor bangunan dan konstruksi menyumbang sekitar 37 persen total emisi karbon dioksida dunia.
Menariknya, ancaman terbesar emisi bangunan tidak hanya datang dari pemakaian listrik sehari-hari (operational carbon), melainkan dari embodied carbon, yakni emisi terselubung yang dihasilkan sejak tahap ekstraksi material, produksi semen dan baja, hingga proses konstruksi bangunan.
Di sinilah konsep Bangunan Hijau (Green Building) menjadi krusial. Green building bukan sekadar melengkapi bangunan dengan taman atau panel surya, melainkan sebuah pendekatan holistik yang merancang efisiensi energi, efisiensi air, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah secara terpadu sepanjang siklus hidup bangunan (building life cycle).
Penerapan green building terbukti mampu menekan jejak karbon secara signifikan sekaligus menciptakan efisiensi operasional jangka panjang.
Di sektor farmasi dan Fast Moving Consumer Goods (FMCG), industri yang erat dengan standar higienis dan rantai pasok global, penerapan green building kini mulai menjadi standar baru good corporate governance dan sustainability.
Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan PT Pyridam Farma Tbk melalui anak usahanya di Australia, Probiotec. Fasilitas pabrik kemasan kontrat Probiotec Multipack di Kemps Creek, New South Wales, resmi meraih sertifikasi Green Star 6 Star dengan predikat World Leadership dari Green Building Council of Australia (GBCA).
Baca juga: PLN Ubah Kantor Jadi Sumber Energi Mandiri lewat Smart and Green Building
Probiotec Multipack di Kemps Creek dikembangkan dengan fokus pada pengurangan dampak lingkungan di sepanjang siklus hidup bangunan mulai dari pemilihan material, proses konstruksi, hingga operasional harian.
Pendekatan tersebut telah memperoleh pengakuan atas kinerja emisi karbon terikat (embodied carbon) dan menjadi bagian dari komitmen menjalankan operasional lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
PYFA menilai langkah ini tidak hanya berdampak pada efisiensi investasi jangka panjang, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sekitar.
Chief Executive O?cer Probiotec, Jessica Walters menegaskan, keberhasilan meraih predikat World Leadership ini adalah bentuk tanggung jawab nyata perusahaan terhadap ekosistem rantai pasok global.
Dia menilai, investasi infrastruktur berstandar lingkungan tinggi merupakan pilar penting memastikan ketahanan sekaligus daya saing bisnis di masa depan.
“Pencapaian Green Star 6 Star di Kemps Creek adalah bukti bahwa keberlanjutan bukan sekadar inisiatif tambahan bagi Probiotec, melainkan bagian dari cara kami merancang,
membangun, dan mengoperasikan fasilitas co-packing atau jasa pengemasan kontrak," tegasnya.
"Standar ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk menghadirkan solusi pengemasan yang efisien serta rendah dampak lingkungan bagi mitra-mitra kami di industri farmasi dan FMCG,” jelas Jessica Walters.
Berbagai inisiatif sustainability diterapkan di antaranya; instalasi panel surya yang memasok hingga 30persen kebutuhan energi terbarukan, sistem pemanenan air hujan terpadu, integrasi pencahayaan cerdas, serta penyediaan puluhan fasilitas EV charging di area operasional.
Tidak hanya pada level bangunan, praktik manajemen lingkungan berstandar ISO 14001 turut dijalankan secara menyeluruh.
Langkah yang merujuk pada Sustainable Packaging Guidelines ini diwujudkan dengan menyediakan fasilitas daur ulang untuk material karton, kertas, dan plastik di sejumlah lokasi operasional.
Tujuannya adalah memastikan pengelolaan material yang bertanggung jawab di sepanjang rantai produksi farmasi dan FMCG.
Hal ini menegaskan bahwa pencapaian sertifikasi Green Star 6 Star bukan sekadar simbol atau nilai tambah reputasi, melainkan respons konkret terhadap tantangan struktural yang tengah dihadapi industri farmasi dan sektor bangunan secara global.
Selain meraih 6 Star Green Star dan peringkat NABERS Embodied Carbon pertama di Australia, fasilitas Probiotec Multipack juga memenangkan 2026 UDIA NSW Excellence in Industrial Development Award.
Pencapaian ini diraih berkat desain mutakhir yang menetapkan standar baru dalam hal efisiensi bangunan dan keramahan lingkungan, sehingga menjadikannya standar percontohan bagi manufaktur farmasi berstandar TGA.
Penerapan standar green building di Kemps Creek membuktikan bahwa efisiensi bisnis dan kelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan.
Baca juga: Membedah Desain Green Building DPR RI di IKN Senilai Rp 1,84 Triliun
Lewat Probiotec, PYFA menegaskan kesiapannya untuk terus mendorong efisiensi manufaktur, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta penggunaan energi terbarukan di seluruh rantai pasoknya.
Langkah ini sekaligus menjadi cetak biru penting bagi industri farmasi dan FMCG global dalam menjawab tantangan perubahan iklim melalui infrastruktur bangunan berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya