Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Tak Sekadar Bantu Ekonomi, TJSL PLN Dorong Nelayan Jaga Laut dan Buka Lapangan Kerja

Kompas.com, 14 Agustus 2026, 12:14 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Bagi Irhamsyah dan para nelayan di Desa Tanjung Seloka, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), laut bukan lagi sekadar tempat mencari penghasilan harian.

Jika sebelumnya hasil tangkapan kepiting langsung dijual dengan harga relatif rendah, kini para nelayan mulai membudidayakan dan melakukan penggemukan sebelum memasarkannya.

Langkah tersebut membuat nilai jual kepiting meningkat sekaligus memberi penghasilan yang lebih pasti. Di sisi lain, masyarakat juga mulai menyadari pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Ketua Kelompok Nelayan Seloka Crabs, Irhamsyah, mengatakan masyarakat kini tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi mulai mengelola sumber daya laut dengan cara yang lebih berkelanjutan.

"Dulu kami hanya menjual kepiting apa adanya, ukurannya kecil dan harganya rendah. Sekarang, setelah dibudidayakan dan digemukkan, nilainya jauh lebih tinggi dan hasilnya lebih pasti," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Korupsi Proyek di PLN, Mantan Dirut Anak Perusahaan Krakatau Steel Dituntut 5 Tahun Penjara

Perubahan tersebut tidak terlepas dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Desa Berdaya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Melalui program tersebut, para nelayan mendapat pelatihan budidaya dan penggemukan kepiting soka. Mereka juga memanfaatkan limbah pembakaran batu bara atau fly ash and bottom ash (FABA) sebagai bahan pembuatan rumah ikan (bio reef block) untuk mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang.

Bagi Irhamsyah, manfaat program tidak hanya terlihat dari peningkatan pendapatan kelompok nelayan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga laut dan kawasan pesisir juga semakin tumbuh.

"Kalau laut tetap terjaga, kami yakin penghidupan masyarakat juga akan terus berlanjut. Sekarang, kami tidak hanya memikirkan hasil hari ini, tetapi juga bagaimana sumber daya laut tetap ada untuk anak cucu kami nanti," ujarnya.

Baca juga: Investor Global Berebut Proyek PSEL, PLN Siapkan Kontrak Listrik hingga 30 Tahun

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan program, TJSL PLN dirancang untuk menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV).

"Oleh karena itu, setiap program kami rancang agar mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat kemandirian ekonomi," katanya.

Menurut Darmawan, program tersebut juga mendukung agenda pembangunan nasional dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Buka akses kerja bagi lulusan SMK

Upaya pemberdayaan masyarakat juga dilakukan PLN di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), melalui program Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri Tekstil dan Alas Kaki.

Program tersebut menyasar lulusan SMK dan masyarakat dari keluarga kurang mampu yang menghadapi tantangan dalam memperoleh pekerjaan.

Baca juga: Bus Hidrogen Bakal Mengaspal di Jakarta? Bahlil Tugaskan Dirut PLN Bahas dengan Pramono

Melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, ratusan peserta mendapat keterampilan sekaligus kesempatan untuk disalurkan bekerja di sejumlah perusahaan tekstil dan alas kaki berskala besar di Jateng.

Salah seorang peserta program, Nawang Dwi Prasasti mengatakan, pelatihan tersebut memberinya kesempatan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membantu perekonomian keluarga.

“Setelah mengikuti pelatihan, saya lebih optimistis menatap masa depan karena kini memiliki pekerjaan dan penghasilan untuk membantu keluarga," terangnya.

Baca juga: Tanam 15.000 Bibit Mangrove di Bali, PLN Indonesia Power: Keberhasilan Konservasi Bergantung Masyarakat

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi kolaborasi PLN dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka akses penyaluran kerja bagi peserta.

"Ini sangat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jateng," ujar Luthfi.

Jangkau 301.779 penerima manfaat

Para peserta Program Pelatihan SDM Industri Tekstil dan Alas Kaki TJSL PLN saat menjalani sesi praktik menjahit di Balai Industri Produksi Tekstil dan Alas Kaki Semarang. Menggunakan mesin jahit berstandar industri, peserta yang merupakan lulusan SMK dan masyarakat tidak mampu ini dibekali keterampilan teknis secara langsung agar benar-benar siap terjun ke dunia kerja.
DOK. Humas PLN Para peserta Program Pelatihan SDM Industri Tekstil dan Alas Kaki TJSL PLN saat menjalani sesi praktik menjahit di Balai Industri Produksi Tekstil dan Alas Kaki Semarang. Menggunakan mesin jahit berstandar industri, peserta yang merupakan lulusan SMK dan masyarakat tidak mampu ini dibekali keterampilan teknis secara langsung agar benar-benar siap terjun ke dunia kerja.

Kisah para nelayan di Kotabaru dan peserta pelatihan di Semarang merupakan bagian dari berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PLN melalui TJSL.

Sepanjang semester I 2026, PLN telah merealisasikan 696 program TJSL yang menjangkau 301.779 penerima manfaat di berbagai daerah.

Baca juga: 100 Hektare Lahan di Gowa Disiapkan untuk PSEL Makassar Raya, Jadi Opsi Alternatif Tamalanrea

Program tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK).

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman mengatakan PLN memprioritaskan tiga sektor dalam pelaksanaan TJSL, yakni pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMK.

Pada sektor pendidikan, PLN telah menjalankan 215 program yang menjangkau 41.517 penerima manfaat sepanjang semester I 2026.

Sementara itu, sebanyak 245 program di sektor lingkungan dijalankan untuk mendukung perlindungan ekosistem, penghijauan, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi.

Adapun di sektor pengembangan UMK, PLN menjalankan 214 program yang melibatkan 4.316 pelaku usaha, menciptakan 9.148 lapangan kerja, dan memberikan manfaat kepada 46.520 masyarakat.

Baca juga: PSEL Makassar Direncanakan di Tamalanrea, Ini Alasan Pemilihan Lokasinya

Program tersebut dijalankan melalui pengembangan Rumah BUMN, electrifying agriculture, electrifying marine, serta pendampingan usaha agar pelaku UMK dapat meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Nurlely mengatakan, keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk berkembang.

“Manfaat lainnya adalah lingkungan yang semakin terjaga, serta lahirnya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Urutan Pesan yang Tepat Tingkatkan Keberhasilan Ajakan Peduli Lingkungan
Urutan Pesan yang Tepat Tingkatkan Keberhasilan Ajakan Peduli Lingkungan
Pemerintah
Cegah Krisis Iklim, PBB Dorong Penetapan Tenggat Waktu Tinggalkan Bahan Bakar Fosil
Cegah Krisis Iklim, PBB Dorong Penetapan Tenggat Waktu Tinggalkan Bahan Bakar Fosil
Pemerintah
Limbah Beracun yang Sulit Terurai Ancam HAM di Seluruh Dunia
Limbah Beracun yang Sulit Terurai Ancam HAM di Seluruh Dunia
Pemerintah
BRICS Serukan Rantai Pasok Mineral Kritis Berkelanjutan, Indonesia Mesti Jadi Teladan
BRICS Serukan Rantai Pasok Mineral Kritis Berkelanjutan, Indonesia Mesti Jadi Teladan
LSM/Figur
78,3 Persen Petani dan Nelayan Akui Alami Gangguan Kesehatan Saat Bekerja di Tengah Panas
78,3 Persen Petani dan Nelayan Akui Alami Gangguan Kesehatan Saat Bekerja di Tengah Panas
LSM/Figur
Google Sepakati Pembelian Kredit Karbon Metana Terbesar dalam Sejarahnya
Google Sepakati Pembelian Kredit Karbon Metana Terbesar dalam Sejarahnya
Pemerintah
PBB Desak Negara-Negara Memperketat Aturan AI untuk Hindari Risiko Fatal
PBB Desak Negara-Negara Memperketat Aturan AI untuk Hindari Risiko Fatal
Pemerintah
Hutan Adat NTT Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas
Hutan Adat NTT Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas
Pemerintah
Bantu Pemulihan Gempa Flores, Musim Mas Gandeng PMI Sumatra Utara Bantu 2.000 Keluarga Terdampak
Bantu Pemulihan Gempa Flores, Musim Mas Gandeng PMI Sumatra Utara Bantu 2.000 Keluarga Terdampak
BrandzView
UN Women Rilis Pusat AI untuk Dorong Kesetaraan Gender di Era Digital
UN Women Rilis Pusat AI untuk Dorong Kesetaraan Gender di Era Digital
Pemerintah
Riset Sebut Polusi Udara Kota Turunkan Performa Pelari
Riset Sebut Polusi Udara Kota Turunkan Performa Pelari
Pemerintah
Terumbu Karang di Bali Terus Memburuk, Wisata Berkelanjutan Kunci Pemulihan
Terumbu Karang di Bali Terus Memburuk, Wisata Berkelanjutan Kunci Pemulihan
Pemerintah
Lindungi Negara Kepulauan, PBB Adopsi Deklarasi Kenaikan Permukaan Air Laut
Lindungi Negara Kepulauan, PBB Adopsi Deklarasi Kenaikan Permukaan Air Laut
Pemerintah
Dunia Terancam Gagal Capai Target Perlindungan Lautan 2030
Dunia Terancam Gagal Capai Target Perlindungan Lautan 2030
Pemerintah
Seni dan Budaya Bisa Jadi Kunci Aksi Iklim yang Inklusif
Seni dan Budaya Bisa Jadi Kunci Aksi Iklim yang Inklusif
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau