Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unggahan Medsos Ungkap Cara Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 19:28 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Seiring dengan semakin sering dan intensnya cuaca panas ekstrem di berbagai daerah, mengetahui komunitas mana yang mengalami kesulitan serta jenis bantuan apa yang mereka butuhkan menjadi semakin penting demi melindungi kesehatan masyarakat.

Sebuah studi baru dari UC Irvine menunjukkan bahwa sebagian jawabannya mungkin tersimpan dalam percakapan sehari-hari di media sosial.

Melansir Phys, Kamis (27/8/2026) dalam studinya, para peneliti menganalisis 24.598 unggahan terkait cuaca panas di X dari berbagai wilayah di California, AS antara tahun 2016 hingga 2022.

Mereka menemukan bahwa tempat tinggal, moda transportasi yang digunakan, serta ketersediaan fasilitas yang dimiliki masyarakat sangat memengaruhi cara mereka menceritakan cuaca panas ekstrem, termasuk bagaimana mereka menggambarkan dampaknya pada kehidupan sehari-hari atau cara mereka mengatasinya.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Communications ini pun menunjukkan bahwa media sosial bisa menjadi alat pelengkap yang berguna untuk memahami pengalaman masyarakat saat menghadapi panas ekstrem, sekaligus membantu merancang bantuan kesehatan publik yang lebih tepat sasaran.

Baca juga: Studi Ungkap Cara Komunikasi Iklim yang Efektif di Media Sosial

"Memahami pengalaman tersebut dapat membantu kita berpikir lebih strategis mengenai siapa saja yang sudah terjangkau oleh imbauan keselamatan cuaca panas, di mana letak kekurangannya, dan bagaimana komunikasi bisa lebih mendukung masyarakat yang paling rentan," kata Suellen Hopfer dari Joe C. Wen School of Population & Public Health.

Lebih dari sekadar angka suhu

Panas ekstrem adalah ancaman kesehatan masyarakat yang terus meningkat, di mana kondisi tempat tinggal, penghasilan, dan jenis pekerjaan menjadi penentu seberapa rentan seseorang terhadap panas.

Alih-alih hanya melihat angka suhu atau daftar penyakit akibat panas, tim peneliti dari UC Irvine mempelajari bagaimana orang-orang menceritakan dampak panas pada kehidupan sehari-hari serta cara mereka bertahannya.

Para peneliti mengelompokkan unggahan media sosial ke dalam dua kategori yakni cara bertahan seperti minum air yang cukup, memakai AC, pergi berenang, atau menggeser jam olahraga.

Dan yang kedua adalah dampak pada kehidupan seperti masalah kesehatan, pekerjaan yang terganggu, acara yang dibatalkan, kekhawatiran pada hewan peliharaan atau tanaman, hingga pembengkakan biaya rumah tangga.

Baca juga: Dampak Cuaca Panas, Pekerja Perempuan Pekerja Informal Rugi Rp1.009 Triliun Per Tahun

Mereka kemudian mencocokkan pola unggahan tersebut dengan data wilayah terkait penghasilan, kondisi rumah, transportasi, dan keberadaan pohon atau ruang hijau.

Hasilnya menunjukkan bahwa jenis tempat tinggal menentukan seberapa sering orang membahas cara bertahan, sementara pengguna transportasi aktif seperti pejalan kaki atau pesepeda lebih sering mengunggah soal dampak panas pada hidup mereka.

Peneliti mencatat bahwa pengguna transportasi aktif terpapar panas secara langsung saat berpergian, menjadikan pembenahan infrastruktur transportasi sebagai bagian penting untuk melindungi warga dari suhu yang terus naik.

Sementara wilayah dengan jumlah warga yang tinggal di rumah rentan seperti karavan (RV), mobil van, dan perahu, 15 persen lebih kecil kemungkinannya membuat unggahan positif soal cuaca panas dibanding daerah lain.

Daerah ini juga 22 persen lebih jarang mengunggah cara bertahan dari panas. Temuan ini sangat penting karena rumah jenis ini biasanya memiliki peredam panas yang buruk dan bisa menjadi sangat panas sampai tingkat yang membahayakan saat cuaca ekstrem.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Terganjal Regulasi, Pengelolaan Hutan oleh Petani di Blitar Lambat
Terganjal Regulasi, Pengelolaan Hutan oleh Petani di Blitar Lambat
Pemerintah
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Swasta
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
BrandzView
Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Swasta
Inisiatif Warung FDC, Pemberdayaan UMKM Berbasis Kebutuhan
Inisiatif Warung FDC, Pemberdayaan UMKM Berbasis Kebutuhan
LSM/Figur
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Swasta
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau