SOLOK SELATAN, KOMPAS.com – Suara riuh antusiasme anak-anak menyanyikan lagu nasional memecah keheningan pagi di kawasan perumahan Solok Selatan, Sumatera Barat. Di balik deretan pepohonan yang rindang dan sejuknya udara perbukitan, berdiri kompleks persekolahan tempat ratusan anak pekerja PT Kencana Sawit Indonesia (KSI, Wilmar Group) menempuh pendidikan.
Di tempat inilah Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Tidar Sungkai Sawit (YPTSS) menjadi ruang belajar bagi anak-anak pekerja yang tinggal di kawasan perkebunan. Sekolah ini menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang tersedia di lingkungan operasional KSI.
Lokasi sekolah yang cukup jauh dari permukiman umum membuat akses transportasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Untuk mendukung mobilitas siswa, perusahaan menyediakan enam bus yang digunakan untuk mengantar dan menjemput mereka setiap hari.
Kepala Sekolah SD YPTSS Giva Anis Gia mengatakan, sekolah tersebut memiliki ratusan siswa pada 2026. Seluruh siswa merupakan anak pekerja KSI.
Bus jemputan sekolah yang disediakan oleh PT KSI untuk menunjang mobilitas para siswa SD YPTSS dari dan ke sekolah setiap hari"Alhamdulillah (jumlah siswa ada) 452 orang. (Mereka adalah) anak pekerja KSI semua. Karena (jumlah) murid banyak, kami bagi menjadi dua shift, pagi dan siang," ujar Giva kepada Kompas.com di halaman SD YPTSS, Solok Selatan, Sumatera Barat.
SD YPTSS memiliki enam kelas dengan total 22 rombongan belajar (rombel). Sebanyak 11 rombel mengikuti pembelajaran pada pagi hari, sedangkan 11 rombel lainnya belajar pada siang hari.
Anak-anak pekerja KSI menjadi prioritas utama untuk bersekolah di SD YPTSS. Dukungan perusahaan juga diberikan dalam pembiayaan pendidikan. Anak-anak karyawan tidak dikenakan biaya sekolah karena seluruh biaya ditanggung perusahaan, kecuali kebutuhan seperti uang jajan dan pakaian.
Baca juga: Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
"Kalau untuk biaya, anak-anak tidak ada biaya, semuanya ditanggung perusahaan, kecuali jajan dan pakaian," kata Giva.
Dukungan pendidikan juga diberikan melalui pengadaan buku. Sekolah turut memperoleh dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah, termasuk bantuan laptop untuk pembelajaran.
Aktivitas anak-anak di SD YPTSS tidak berhenti pada kegiatan belajar di dalam kelas. Sejumlah siswa juga mengikuti berbagai perlombaan, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Pada 2018, SD YPTSS diundang ke Jakarta untuk mengikuti lomba sekolah sehat dan berhasil meraih juara keempat tingkat nasional.
Di bidang keagamaan, sekolah memiliki program hafalan Al-Qur'an. Giva mengatakan, selama lima tahun berturut-turut siswa SD YPTSS berhasil masuk tiga besar dalam program tersebut di tingkat Kabupaten Solok Selatan.
Pramuka jadi salah satu kegiatan yang diajarkan kepada siswa-siswi SD YPTSS untuk mendukung aspek prestasi dan minat mereka di bidang nonakademik.Sementara di bidang akademik dan nonakademik, siswa mengikuti berbagai perlombaan seperti FLSN, O2SN, dan olimpiade hingga tingkat provinsi. Prestasi olahraga juga diraih melalui cabang bulu tangkis dan atletik tingkat Provinsi Sumatera Barat.
"Mudah-mudahan untuk tahun berikutnya kita bisa tembus ke nasional," ujar Giva.
Baca juga: Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Untuk mendukung kegiatan siswa, sekolah memiliki gedung olahraga (GOR) yang dapat digunakan untuk bermain bulu tangkis maupun berbagai kegiatan sekolah, seperti pentas seni dan peringatan hari anak.
Sekolah juga memberikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi. Perusahaan menyediakan beasiswa dalam bentuk tabungan bagi siswa yang menempati peringkat tiga besar dengan memenuhi ketentuan nilai yang telah ditetapkan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya