Penulis
Rangkaian acara juga diisi gelar wicara, demo dan presentasi produk maupun teknologi, perlombaan, pagelaran seni budaya, serta Festival Pangan Lokal.
Direktur Feraco selaku penyelenggara, Ruslim, menekankan acara ini dirancang untuk membangun jejaring kolaborasi jangka panjang antar pemangku kepentingan agribisnis.
"Ketika sebuah event mampu mempertemukan potensi daerah, inovasi, dunia usaha dan para pelaku di lapangan, maka nilainya lebih jauh daripada sekadar pameran," jelasnya.
Dia menyampaikan, KTNA Agro Expo memiliki ekosistem luas, mulai dari petani dan nelayan, pemerintah, pelaku usaha, teknologi, lembaga keuangan hingga masyarakat.
"Karena itu, kami berupaya membangun pengalaman event yang mampu mempertemukan seluruh stakeholder tersebut sekaligus memberikan ruang bagi produk, inovasi dan potensi agribisnis Indonesia untuk tampil secara lebih kuat,” ujar Ruslim.
Ketua Umum KTNA Nasional periode berjalan, Muhammad Yadi Sofyan Noor mengatakan Rembug Paripurna menjadi momentum penting menyatukan pandangan dan merumuskan langkah organisasi ke depan.
“KTNA harus mampu menjawab tantangan zaman dengan memastikan petani dan nelayan tidak berjalan sendiri menghadapi perubahan teknologi, iklim, pasar, maupun kebutuhan konsumen," ujarnya.
"Kami ingin KTNA semakin kuat sebagai wadah yang menyuarakan kepentingan petani dan nelayan,” tegas Yadi.
Agenda utama Rembug Paripurna berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Peserta membahas pengesahan agenda dan kuorum, tata tertib, serta musyawarah tiga komisi, yakni Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.
Forum dilanjutkan dengan pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus, proses demisioner, seleksi bakal calon Ketua Umum KTNA Nasional, pemilihan dan penetapan Ketua Umum periode 2026–2031, serta pembentukan tim formatur dan penyusunan kepengurusan baru.
Ketua Panitia Pelaksana KTNA, Otong Wiranata, mengatakan keberhasilan Rembug Paripurna dan Agro Expo tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga partisipasi anggota KTNA dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kami mengajak seluruh anggota KTNA untuk bersama-sama menyukseskan Rembug Paripurna dan KTNA Agro Expo 2026. Ini bukan hanya agenda panitia, tetapi agenda bersama seluruh keluarga besar KTNA," pesan Otong.
Baca juga: Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
"Kami berharap peserta dapat aktif dalam musyawarah, membangun jejaring, serta memanfaatkan Agro Expo sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman dan peluang kerja sama. Dari Kota Batu, kami berharap lahir semangat baru untuk memperkuat KTNA dan sektor agribisnis Indonesia ke depan,” lanjutnya.
Penyelenggara berharap hasil Rembug Paripurna di Kota Batu tidak berhenti pada proses pergantian kepemimpinan, tetapi juga memperkuat posisi petani dan nelayan dalam menghadapi tantangan agribisnis nasional pada masa mendatang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya