SOLOK SELATAN, KOMPAS.com – Tanah, bibit pohon, dan sejumlah tanaman menjadi bagian dari pelajaran siswa SD Yayasan Pendidikan Tidar Sungkai Sawit (YPTSS) di Solok Selatan, Sumatera Barat. Hari itu, mereka tidak duduk di dalam kelas.
Para siswa mengikuti kegiatan sekolah alam di kawasan hijau perumahan operasional PT Kencana Sawit Indonesia (KSI, Wilmar Group). Mereka belajar menanam pohon, memilah sampah, hingga mengenal flora dan fauna yang ada di lingkungan sekitar.
Bagi siswa, pelajaran tentang lingkungan tidak lagi hanya berupa gambar di buku atau penjelasan guru. Mereka dapat melihat, menyentuh, dan mencoba langsung kegiatan yang berkaitan dengan alam.
Baca juga: Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Kepala Sekolah SD YPTSS Giva Anis Gia mengatakan, pembelajaran mengenai lingkungan dilakukan agar siswa tidak hanya memahami materi melalui teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman secara langsung.
"Kami ingin pendidikan tidak hanya sebatas teori di papan tulis atau lembar buku teks. Melalui kegiatan sekolah alam, anak-anak diajak mengamati tumbuh-tumbuhan, belajar mengelola sampah dengan bijak, serta memahami mengapa hutan dan sungai di sekitar kita harus dijaga dengan baik," ujar Giva.
Menurut dia, interaksi langsung dengan alam dapat membantu menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak usia dini.
Baca juga: Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
"Ketika anak-anak menyentuh tanah, menanam bibit tanaman, dan melihat langsung keindahan alam yang terjaga, rasa memiliki dan kepedulian itu tumbuh secara alami. Kepedulian lingkungan inilah yang menjadi benteng utama kelestarian masa depan," imbuh Giva.
Panji sedang mengenalkan salah satu bibit tanaman dan mengajarkan cara menanam serta merawatnya kepada anak-anak yang hadir di agenda sekolah alam pada Rabu (9/9/2026). Diharapkan dari agenda ini, siswa peserta sekolah alam yang hadir lebih sadar akan fungsi pohon yang dirawat di hutan lindung kawasan PT KSI bagi lingkungan mereka.Saat Kompas.com mengunjungi salah satu agenda sekolah alam pada Rabu (9/9/2026), para siswa mengikuti pembelajaran di ruang terbuka. Mereka diajak menanam berbagai jenis pohon buah, di antaranya bibit pohon nangka dan rambutan.
Kegiatan tidak berhenti setelah bibit ditanam. Para siswa juga mendapat penjelasan mengenai cara merawat tanaman, mulai dari memberikan pupuk organik, menyiram secara teratur, hingga menjaga area sekitar tanaman tetap bersih dari gulma.
Dari kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa menanam pohon bukan sekadar memasukkan bibit ke dalam tanah. Tanaman perlu dirawat dan diperhatikan agar dapat tumbuh.
Pembelajaran mengenai lingkungan juga mencakup pengelolaan sampah. Para siswa diajak mengenali sampah organik dan mengolahnya menjadi kompos sederhana, sekaligus memilah sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Baca juga: Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Mereka juga diperkenalkan pada area bernilai konservasi tinggi (high conservation value/HCV) yang dikelola perusahaan. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi bagi siswa untuk mengenal flora dan fauna yang hidup di sekitar mereka.
Dengan belajar di luar kelas, materi mengenai lingkungan terasa lebih dekat dengan keseharian siswa. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mencoba sendiri kegiatan menanam, merawat tanaman, dan memilah sampah.
Siswa dan guru peserta sekolah alam yang hadir dalam agenda bersama beberapa awak media berfoto bersama Panji Petualang (tengah) yang hadir sebagai tamu undangan PT KSI pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan di luar kelas juga menjadi pengalaman yang berbeda bagi para siswa. Andin, salah seorang siswi kelas 6 SD YPTSS yang mengikuti agenda sekolah alam tersebut, mengaku senang karena dapat belajar langsung dari lingkungan sekitar.
Baca juga: Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
"Belajar di luar kelas itu seru banget karena kita bisa lihat langsung pohon-pohon dan hewan yang biasanya cuma ada di buku," tutur Andin.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya