Penulis
KOMPAS.com - Di tengah ancaman krisis iklim global, perguruan tinggi kini memegang peran kunci sebagai laboratorium hidup dalam menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
Kampus bukan lagi sekadar tempat mentransfer ilmu di dalam ruang kelas, melainkan ruang fisik yang harus mencerminkan nilai-nilai kepedulian lingkungan melalui tata kelola infrastruktur yang hijau, efisien, dan ramah lingkungan.
Desain gedung kampus modern kini makin diarahkan untuk meminimalkan jejak karbon—mulai dari optimalisasi pencahayaan alami, perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengelolaan air mandiri, hingga efisiensi energi yang terukur.
Kesadaran akademis yang kian meningkat ini menemukan wadah pengukurannya melalui instrumen global seperti UI GreenMetric Sustainable University Rankings.
Pemeringkatan ini hadir sebagai tolak ukur bagi perguruan tinggi di seluruh dunia untuk mengevaluasi komitmen dan kinerja keberlanjutan mereka secara komprehensif, mencakup pilar infrastruktur, energi, pengelolaan sampah, konservasi air, transportasi ramah lingkungan, pendidikan, hingga tata kelola berbasis digital.
Kesadaran inilah yang terus dipraktikkan oleh Unika Atma Jaya. Unika Atma Jaya berhasil menembus jajaran 50 besar perguruan tinggi paling berkelanjutan di Indonesia pada ajang UI GreenMetric 2026 dengan menempati peringkat ke-34 nasional.
Capaian ini menjadi bukti konkret bagaimana integrasi infrastruktur hijau dan pembentukan kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan kampus dapat berjalan secara selaras demi masa depan bumi yang lebih baik.
UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 menilai keberlanjutan perguruan tinggi melalui tujuh pilar, yaitu Setting and Infrastructure (SI), Energy and Climate Change (EC), Waste (WS), Water (WR), Transportation (TR), Education (ED), dan Governance & Digitalization (GD).
Pemeringkatan ini melibatkan lebih dari 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara dan mengangkat pentingnya tata kelola, digitalisasi, serta kinerja yang terintegrasi dalam mewujudkan kampus berkelanjutan, sekaligus menyoroti kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan lingkungan dan sosial.
Sejalan dengan semangat tersebut, Unika Atma Jaya telah menjalankan berbagai upaya untuk membangun lingkungan kampus yang mendukung praktik keberlanjutan, salah satunya melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kampus Semanggi.
RTH tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga menjadi ruang interaksi, rekreasi, dan pembelajaran bagi sivitas akademika.
Upaya tersebut turut mencakup penambahan jumlah pohon dan sumur resapan sebagai bagian dari upaya memperluas ruang hijau, menghadirkan lingkungan kampus yang lebih nyaman, serta mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Upaya membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan juga dilakukan melalui penyediaan drinking water fountain di lingkungan kampus yang mendorong warga kampus menggunakan wadah minum yang dapat digunakan kembali sekaligus mendukung pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai.
Di sisi lain, Unika Atma Jaya menjalankan gerakan penghematan energi sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon serta mendorong pemilahan sampah dalam aktivitas sehari-hari.
Komitmen terhadap praktik berkelanjutan juga diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi, salah satunya melalui kerja sama dengan DigiFlora yang menghadirkan alternatif papan bunga digital untuk berbagai kegiatan akademik dan institusional sebagai bagian dari upaya mendorong praktik yang lebih ramah lingkungan.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari langkah Unika Atma Jaya dalam memperkuat praktik keberlanjutan di lingkungan kampus.
Baca juga: Kampus Hijau dan Tanggung Jawab Perguruan Tinggi bagi Keberlanjutan Bumi
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa upaya keberlanjutan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada bagaimana seluruh komunitas Atma Jaya dapat terlibat dan membangun kebiasaan yang mendukung keberlanjutan,” ungkap Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Yuda Turana.
Pencapaian ini menjadi langkah bagi Unika Atma Jaya untuk terus memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan kampus, sekaligus mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya