Penulis
KOMPAS.com - Di tengah dinamika dunia kerja modern yang makin bergeser ke arah transaksional, loyalitas sering kali tergerus oleh orientasi yang semata-mata berfokus pada target kontribusi pendapatan (revenue) singkat.
Hubungan industrial kerap kali dipersempit menjadi sekadar pertukaran antara jam kerja dan kompensasi finansial, yang pada akhirnya mengikis makna emosional dan pengabdian dalam berkarier.
Di tengah fenomena shifting budaya kerja tersebut, pemberian Long Service Award oleh APP Group menjadi salah satu bentuk praktik tata kelola perusahaan yang mencoba mengembalikan nilai-nilai penghargaan kemanusiaan di lingkungan korporasi.
Penghargaan masa kerja seperti ini diharapkan bukan sekadar seremoni rutin atau bentuk formalitas perusahaan, melainkan wujud nyata dari upaya "memanusiakan manusia" di tempat kerja.
Melalui pengakuan atas pengabdian puluhan tahun, perusahaan menegaskan karyawan bukan sekadar komoditas atau roda penggerak angka-angka statistik di laporan keuangan, melainkan aset bernilai tinggi yang tumbuh, beradaptasi, dan membentuk karakter perusahaan dari masa ke masa.
Penghargaan juga dapat menjadi simbol pemulihan makna loyalitas.
Sebuah pengingat bahwa di balik efisiensi dan transformasi digital yang melaju cepat, dedikasi, integritas, serta komitmen jangka panjang para pekerja tetap merupakan fondasi utama tak tergantikan bagi keberlanjutan sebuah industri.
APP Group telah memberikan Long Service Award kepada 9.302 karyawan sepanjang 2021–2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi jangka panjang mereka dalam perjalanan perusahaan.
Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 1.370 karyawan dengan masa kerja 20 tahun, 25 tahun, hingga 30 tahun.
Mengusung tema “A Legacy of Dedication, A Future of Possibilities,” Long Service Award 2026 tidak hanya menjadi penghargaan atas masa kerja, tetapi juga momentum untuk memperkuat transfer pengalaman, pengetahuan, dan nilai antargenerasi.
Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata mengatakan pertumbuhan Perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, fasilitas, maupun strategi bisnis, tetapi terutama oleh orang-orang yang tumbuh dan berkembang bersama perusahaan.
“Perusahaan tidak pernah menjadi besar hanya karena gedungnya, mesinnya, atau angka-angka di dalam laporan tahunannya. Sebuah perusahaan menjadi besar karena orang-orang yang ada di dalamnya," jelas Suhendra.
Menurut Suhendra, pengalaman yang terbangun selama puluhan tahun merupakan aset penting bagi keberlanjutan perusahaan. Selain keterampilan dan pengetahuan, para karyawan membawa nilai kerja keras, ketekunan, integritas, serta keteladanan yang dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Salah satunya penerima, Sugiono dari Chemical Production PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, penerima penghargaan masa kerja 30 tahun. Selama tiga dekade, ia mengalami perubahan cara kerja sejak era 1990-an hingga transformasi digital saat ini.
“Bagi saya, 30 tahun bukan sekadar lamanya waktu bekerja, tetapi tentang kontribusi apa yang bisa kita berikan kepada perusahaan. Saya tumbuh bersama perusahaan, bukan hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dari sisi nilai, kebiasaan, dan pengembangan potensi,” ujar Sugiono.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya