Penulis
"Indonesia menghadapi tantangan kesehatan yang besar, tetapi di saat yang sama memiliki peluang yang sangat luas untuk menghadirkan solusi melalui kolaborasi," ujar Cynthia.
"Kami mengapresiasi pencapaian 11 inovator teknologi kesehatan yang telah mendapatkan surat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Pencapaian ini menunjukkan potensi inovasi dalam menjawab berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Komitmen Pijar Foundation dalam memperkuat ekosistem inovasi digital diwujudkan melalui Jakarta Future Community Space (JFCS) by Pijar Foundation yang menjadi Spoke 4 dalam jaringan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH).
Melalui pendekatan hub-and-spoke, Garuda Spark menghubungkan talenta digital, startup, komunitas, industri, dan investor untuk memperluas akses terhadap pendampingan serta jejaring pengembangan inovasi.
Dalam ajang Health Innovation Showcase 2026, sebanyak 11 inovator digital kesehatan yang lolos pengujian Innovation Sandbox menampilkan solusi dan produk unggulan mereka.
Para inovator tersebut telah direkomendasikan untuk memperoleh Tanda Daftar Inovasi Teknologi Kesehatan (ITK) dari Kementerian Kesehatan RI.
Kesebelas inovator tersebut meliputi: Aurelif, Curalis, Fellas.ID, Health BETA, Kibicare, ONWARD Health Research, RespiraHub, SatuSehatConnect, Serenic.ai, JagaHealth, serta Temucita.
Solusi yang dipamerkan mencakup spektrum luas, mulai dari layanan kesehatan berbasis kecerdasan artifisial (AI), skrining dini penyakit, layanan kesehatan lansia dan kesehatan mental, hingga riset klinis serta integrasi sistem layanan kesehatan.
Rangkaian acara juga diisi dengan sesi executive masterclass & capacity building yang membahas empat aspek kesiapan inovasi mulai dari produk, regulasi, kemitraan, dan pengembangan skala (scale-up).
Kegiatan ini juga memfasilitasi sesi pitching dan pameran interaktif yang mempertemukan langsung para inovator dengan fasilitas pelayanan kesehatan, investor, dan calon mitra strategis.
Transformasi digital kesehatan tidak akan berhenti pada sebatas pameran teknologi atau uji coba di atas kertas.
Baca juga: Alasan Gunungkidul Jadi Proyek Percontohan Nasional Kesehatan Mental
Ke depan, keberlanjutan ekosistem inovasi kesehatan nasional menuntut komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pengembang teknologi, hingga penyedia layanan kesehatan.
Hal ini guna memastikan bahwa adopsi teknologi benar-benar berorientasi pada peningkatan mutu layanan publik, pemerataan akses medis hingga pelosok daerah, serta perlindungan hak-hak dasar pasien secara komprehensif.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya