Penulis
KOMPAS.com – Transformasi digital sektor kesehatan global dan nasional bergerak cepat seiring tuntutan pemerataan layanan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Di tengah tantangan geografis Indonesia yang luas dan kompleksitas beban penyakit, integrasi teknologi digital dan akal imitasi (AI) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis.
Kendati demikian, adopsi teknologi di sektor medis membawa tanggung jawab moral besar, mengingat komoditas utamanya menyangkut keselamatan nyawa manusia dan kerahasiaan data pribadi pasien yang sangat sensitif.
Untuk menjembatani inovasi agar tidak melompati koridor regulasi dan etika medis, kehadiran ruang uji coba terkendali atau regulatory sandbox menjadi instrumen krusial bagi negara dalam memastikan setiap produk teknologi kesehatan benar-benar siap, teruji klinis, dan aman diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan publik.
Komitmen penguatan ekosistem kesehatan digital berbasis kolaborasi lintas sektor tersebut mengemuka dalam ajang "Health Innovation Showcase 2026" di Jakarta (26/10/2026) yang digelar Kemenkes bersama Pijar Foundation.
Kegiatan ini turut didukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) serta Amazon Web Services (AWS).
Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian program Sandbox Kesehatan Kementerian Kesehatan ini mempertemukan regulator, inovator, investor, serta pemangku kepentingan industri kesehatan untuk mendorong akselerasi transformasi digital secara berkelanjutan.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, sejak diluncurkan pada 2023 Sandbox Kesehatan terus berkembang, tidak hanya sebagai ruang pengujian regulasi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan inovasi teknologi kesehatan.
"Melalui Sandbox Kesehatan, inovator dapat mengembangkan dan menguji solusi dalam lingkungan terkendali dengan pendampingan pemerintah dan para ahli, agar menghasilkan inovasi yang aman, bermanfaat, dan siap dikembangkan lebih lanjut," ujar Dante.
Baca juga: 7 Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Ini Besaran Subsidinya
Dia melanjutkan, "Kepada para inovator, saya berpesan agar terus menjaga kualitas, keamanan, dan perlindungan data pasien. Pada akhirnya, keberhasilan inovasi diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui layanan yang lebih mudah diakses, bermutu, aman, dan efisien."
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria menyoroti pentingnya tata kelola data dalam mendukung pengembangan inovasi teknologi kesehatan (ITK). "Pemanfaatan teknologi baru, termasuk AI, di sektor kesehatan harus disertai dengan standar keamanan dan langkah mitigasi risiko yang memadai," ungkapnya.
"Kita berhadapan dengan data kesehatan yang sangat penting dan sensitif, sementara risiko dari penggunaan teknologi ini juga menyangkut keselamatan manusia. Karena itu, Sandbox Kesehatan menjadi ruang penting untuk menguji inovasi agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya bermanfaat, tetapi juga aman untuk diterapkan," jelas Nezar.
Sebagai mitra strategis dalam program Sandbox Kesehatan, Pijar Foundation mendukung pengembangan inovasi melalui pendampingan bagi para inovator.
Pendampingan ini mencakup penguatan kelayakan konsep dan teknologi, pengujian fungsional secara terbatas, pemenuhan aspek keamanan, serta penyempurnaan produk dan model bisnis.
Director of Innovation Pijar Foundation, Cynthia Krisanti menyampaikan, besarnya tantangan kesehatan di Indonesia membuka peluang luas untuk menghadirkan solusi kolaboratif.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya