Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim

Kompas.com, 29 Oktober 2026, 15:02 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber guardian

KOMPAS.com - Orang-orang terkaya di dunia tidak hanya meraup untung dari kegiatan mencemari lingkungan yang memicu krisis iklim, tetapi mereka juga semakin mengeruk keuntungan dari bencana yang ditimbulkannya, menurut sebuah studi dari Oxfam.

Melansir Guardian, Selasa (27/10/2026) organisasi kesetaraan global tersebut menemukan bahwa 0,1 persen orang terkaya di dunia menanamkan banyak modal di bidang kesiapsiagaan, pemulihan, dan rekonstruksi bencana.

Pasar tersebut diproyeksikan tumbuh dari 70 miliar dolar AS menjadi 92 miliar dolar AS per tahun pada 2029.

Menurut LSM tersebut, situasi ini memberikan "dividen ganda" atau keuntungan ganda kepada orang-orang terkaya paling berkuasa di bumi, dan yang lebih mengkhawatirkan, memberi mereka alasan untuk menunda atau menghambat upaya mengatasi masalah iklim.

Perparah ketimpangan global

Kondisi ini juga memperparah ketimpangan global karena orang-orang yang paling tidak bertanggung jawab atas pemanasan global justru harus membayar orang-orang yang paling bertanggung jawab lewat harga makanan yang lebih mahal, biaya perbaikan rumah akibat cuaca ekstrem, atau biaya pindah ke tempat lain.

Baca juga: Aset Miliarder Dunia Sumbang Kerusakan Iklim Paling Parah

Jean McLean, pejabat tinggi Oxfam, menuding para miliarder mengubah kekacauan menjadi keuntungan.

"Orang super kaya diuntungkan di kedua sisi krisis. Pertama, lewat investasi berkelanjutan di industri pencemar lingkungan, dan kedua, lewat investasi di ekonomi adaptasi yang sedang berkembang pesat di mana layanan pemulihan dan pembangunan kembali dijual kembali ke dunia yang semakin panas," ujarnya.

"Populasi yang paling sedikit berkontribusi terhadap krisis iklim justru menanggung dampak terburuknya, sementara pihak yang menyebabkannya justru paling siap melindungi diri mereka sendiri," tambahnya.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa 0,1 persen orang terkaya di planet ini menghasilkan emisi karbon yang lebih besar daripada gabungan 3,5 miliar orang termiskin di dunia.

Akibatnya, kelompok ini tercatat menyumbang emisi 125 kali lebih banyak daripada orang biasa terhadap kejadian cuaca panas ekstrem.

Hal ini sebagian disebabkan oleh gaya hidup mereka. Sebagai contoh, jet pribadi di seluruh dunia menghasilkan emisi CO2 dalam waktu dua detik yang jumlahnya melebihi emisi sebagian besar penduduk dunia dalam setahun penuh.

Keuntungan ganda miliarder

Namun, dampak terbesar dari kelompok ini justru berasal dari investasi yang mereka miliki.

Baca juga: Ketimpangan Iklim: Orang Kaya Nikmati AC, Orang Miskin Terancam Bencana

Indeks yang dirilis Oxfam mengidentifikasi 217 perusahaan yang memicu krisis iklim atau berbisnis dalam upaya adaptasinya seperti menyediakan pendingin ruangan, penahan banjir, alat pemadam kebakaran, transportasi, makanan, asuransi, dan pinjaman.

Tahun lalu, perusahaan-perusahaan ini meraup rata-rata 1,8 miliar dolar AS dan membagikan dividen sebesar 1 miliar dolar AS kepada para pemegang sahamnya.

Enam perusahaan manajer aset besar yang menjadi penasihat investor kaya turut masuk dalam daftar ini karena memiliki investasi besar di perusahaan-perusahaan tersebut.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia
Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia
Desa Sejahtera Astra
Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim
Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim
Pemerintah
WALHI: Karhutla Tak Lepas dari Sistem Ekonomi Ekstraktif
WALHI: Karhutla Tak Lepas dari Sistem Ekonomi Ekstraktif
LSM/Figur
Saat AI Mendorong Kebutuhan Listrik, Mitsubishi Power Bersiap Menjawab Tantangan Baru
Saat AI Mendorong Kebutuhan Listrik, Mitsubishi Power Bersiap Menjawab Tantangan Baru
BrandzView
Perkuat Ekosistem Digital, 'Health Innovation Showcase 2026' Pertemukan Inovator dan Investor
Perkuat Ekosistem Digital, "Health Innovation Showcase 2026" Pertemukan Inovator dan Investor
LSM/Figur
UN ESCAP Dorong Model Kerja Sama Baru Perkuat Transisi Energi di ASEAN
UN ESCAP Dorong Model Kerja Sama Baru Perkuat Transisi Energi di ASEAN
Pemerintah
Hidup di Tepi Danau Toba, Mengapa Petani Samosir Masih Kesulitan Mendapat Air?
Hidup di Tepi Danau Toba, Mengapa Petani Samosir Masih Kesulitan Mendapat Air?
Pemerintah
Aktivitas Pertambangan Ancam Target Konservasi Global 30x30
Aktivitas Pertambangan Ancam Target Konservasi Global 30x30
Pemerintah
Peneliti Soroti Tantangan untuk Kelestarian dan Pasokan Kayu Global
Peneliti Soroti Tantangan untuk Kelestarian dan Pasokan Kayu Global
Pemerintah
Menjaga Keandalan Listrik di Tengah Transisi Energi Indonesia
Menjaga Keandalan Listrik di Tengah Transisi Energi Indonesia
BrandzView
Lonjakan Permintaan Tembaga Akibat EV-Pusat Data di Masa Depan, RI Punya Peluang Besar
Lonjakan Permintaan Tembaga Akibat EV-Pusat Data di Masa Depan, RI Punya Peluang Besar
Pemerintah
Isu Perubahan Iklim Perlu Diintegrasikan ke dalam PAUD Sesuai Tahap Perkembangan Anak
Isu Perubahan Iklim Perlu Diintegrasikan ke dalam PAUD Sesuai Tahap Perkembangan Anak
LSM/Figur
Disinformasi Perubahan Iklim Berpotensi Jadi Ancaman Baru Kesehatan Publik
Disinformasi Perubahan Iklim Berpotensi Jadi Ancaman Baru Kesehatan Publik
Pemerintah
Reaktor Kecil Makin Dilirik, Lebih dari 35 Negara Jajaki Pengembangan Nuklir
Reaktor Kecil Makin Dilirik, Lebih dari 35 Negara Jajaki Pengembangan Nuklir
Pemerintah
Program PLTS 100 GWp Bukan Hanya Soal Membangun Pembangkit Listrik
Program PLTS 100 GWp Bukan Hanya Soal Membangun Pembangkit Listrik
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau