Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hilirisasi Sumbang 34 Persen Investasi Nasional, Mineral Kritis Jadi Penggerak

Kompas.com, 8 November 2026, 15:15 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hilirisasi menyumbang 34 persen dari total realisasi investasi nasional hingga kuartal III-2026.

Sektor mineral kritis menjadi penggerak utama dengan kontribusi sebesar 70 persen terhadap total investasi hilirisasi sumber daya alam (SDA) sepanjang Januari-September 2026.

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Heldy Satrya Putera mengatakan, perkembangan industri pengolahan mineral kritis turut mendorong pemerataan investasi di luar Pulau Jawa.

Baca juga: BRICS Serukan Rantai Pasok Mineral Kritis Berkelanjutan, Indonesia Mesti Jadi Teladan

Pada periode tersebut, realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp 779,4 triliun atau 50,6 persen dari total investasi nasional. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa tercatat Rp 759,8 triliun atau 49,4 persen.

Menurut Heldy, pertumbuhan investasi di luar Jawa antara lain ditopang oleh industri nikel yang berkembang di Sulawesi dan Maluku Utara.

“Investasi kontribusinya terhadap ekonomi. Bagaimana tadi pertumbuhan antara Jawa dan luar Jawa karena nikel itu adanya di Sulawesi dan di Maluku Utara. Jadi, di situ berkembang,” ujar Heldy di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Meski demikian, Heldy mengakui, pengembangan industri pengolahan mineral kritis di luar Jawa juga membawa konsekuensi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Bukan hanya dampak ekonomi, tapi dampak terhadap lingkungan dan sebagainya menjadi suatu permasalahan,” kata dia.

Hilirisasi mineral dan tantangan teknologi

Heldy menjelaskan, industri nikel Indonesia cenderung stagnan pada periode 2000-2010. Namun, setelah kebijakan larangan ekspor bijih nikel diberlakukan pada 2020, investasi di sektor hilirisasi mulai berkembang.

Menurut dia, pengolahan nikel di Indonesia kini telah merambah produksi baja tahan karat (stainless steel), baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), hingga sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).

Pengembangan industri panel surya juga mencatat kemajuan. Heldy menyebut, sekitar 70 persen komponen panel surya telah diproduksi di dalam negeri.

Baca juga: Dari Tinta Rupiah hingga Mineral Kritis, Ini Jejak SICPA Swiss di Indonesia

Namun, besarnya investasi belum sepenuhnya diikuti penguasaan teknologi untuk menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi. Heldy mencontohkan industri timah yang dinilai masih terbatas pada produksi solder, meski Indonesia telah melarang ekspor bijih timah mentah.

Investor memperhatikan aspek ESG

Selain penguasaan teknologi, Heldy mengatakan, aspek keberlanjutan menjadi pertimbangan penting bagi investor. Investor tidak lagi hanya memperhitungkan keuntungan ekonomi, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau (ESG).

Ketersediaan bahan baku lokal juga menjadi faktor yang dipertimbangkan. Sebab, pembangunan industri hilir umumnya dirancang untuk beroperasi dalam jangka panjang, sekitar 20 hingga 30 tahun.

Menurut Heldy, kepastian pasokan bahan baku di negara tujuan investasi menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Di tengah persaingan antarnegara dalam menarik investasi, Indonesia juga perlu menjawab persoalan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) dan dampak lingkungan di sekitar kawasan industri, termasuk smelter.

Heldy menekankan pentingnya penguatan tata kelola hilirisasi mineral kritis. Ia berharap, lembaga pembiayaan dan investor semakin memperhatikan penerapan ESG dalam menilai kelayakan suatu proyek.

Dengan tata kelola yang baik, penerapan prinsip ESG dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi akses pembiayaan bagi pengembangan industri pengolahan mineral kritis di Indonesia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Waqf Run 2026 Ajak Peserta Berlari Sambil Berwakaf untuk Pemulihan Hutan
Waqf Run 2026 Ajak Peserta Berlari Sambil Berwakaf untuk Pemulihan Hutan
LSM/Figur
Keluar dari Ilusi Produktivitas, Ketika Karyawan Makin Produktif tapi Keterikatan Menurun
Keluar dari Ilusi Produktivitas, Ketika Karyawan Makin Produktif tapi Keterikatan Menurun
Swasta
Dana Karbon Norwegia untuk Pemulihan Hutan Lindung Terdegradasi di Sukabumi
Dana Karbon Norwegia untuk Pemulihan Hutan Lindung Terdegradasi di Sukabumi
LSM/Figur
Kepunahan Siamang Turut Perparah Pemanasan Bumi dan Cuaca Ekstrem
Kepunahan Siamang Turut Perparah Pemanasan Bumi dan Cuaca Ekstrem
LSM/Figur
Enam Aksi Iklim Kunci Berpotensi Selamatkan 1,6 Juta Jiwa Tiap Tahun
Enam Aksi Iklim Kunci Berpotensi Selamatkan 1,6 Juta Jiwa Tiap Tahun
Pemerintah
Hilirisasi Sumbang 34 Persen Investasi Nasional, Mineral Kritis Jadi Penggerak
Hilirisasi Sumbang 34 Persen Investasi Nasional, Mineral Kritis Jadi Penggerak
Pemerintah
6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia
6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia
Swasta
40 Perusahaan Malaysia, Indonesia, dan Filipina Raih 52 Penghargaan ESG Asia 2026
40 Perusahaan Malaysia, Indonesia, dan Filipina Raih 52 Penghargaan ESG Asia 2026
Swasta
Karhutla Ancam Penghidupan dan Pendidikan di Kalimantan
Karhutla Ancam Penghidupan dan Pendidikan di Kalimantan
LSM/Figur
Ketika China Menjadi Ruang Belajar bagi Siswa
Ketika China Menjadi Ruang Belajar bagi Siswa
Swasta
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Pemerintah
Ekspor Indonesia Terancam CBAM dan EUDR, Sistem MRV Emisi Perlu Diperkuat
Ekspor Indonesia Terancam CBAM dan EUDR, Sistem MRV Emisi Perlu Diperkuat
LSM/Figur
Arak Monster Godzilla, Koalisi Orang Muda Serukan Keadilan Iklim Antargenerasi
Arak Monster Godzilla, Koalisi Orang Muda Serukan Keadilan Iklim Antargenerasi
LSM/Figur
Cegah Pembukaan Lahan dengan Dibakar, Koperasi Sawit di Kaltim Sewa Alat Berat
Cegah Pembukaan Lahan dengan Dibakar, Koperasi Sawit di Kaltim Sewa Alat Berat
LSM/Figur
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Perlu Pertimbangkan Satwa yang Ada
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Perlu Pertimbangkan Satwa yang Ada
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau