Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 5 Mei 2023, 14:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bertepatan dengan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 5 Mei, IKEA Indonesia menjalankan program “IKEA Bangga Produk Lokal”.

Program ini bertujuan mendukung produk buatan lokal yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan serta membantu mempromosikan produk-produk Indonesia berkualitas tinggi ke ranah global.

Selain itu, sejalan juga dengan visi iklim dan keberlanjutan Perusahaan, di antaranya memperkuat komitmen sosial untuk berkontribusi kepada masyarakat secara adil dan setara guna mengatasi kesenjangan.

Communications & PR Manager IKEA Indonesia Ririn Basuki mengatakan, Perusahaan senantiasa mendukung produk-produk buatan Indonesia yang membawa dampak positif bagi masyarakat, lingkungan dan bisnis sekaligus menghasilkan produk berkualitas tinggi untuk Indonesia.

"Untuk mendukung jalannya program ini, Perusahaan menggandeng beberapa usaha skala kecil dan menengah lokal asal Indonesia seperti Du Anyam dan Aneka Coklat untuk mempromosikan produk buatan Indonesia ke skala pasar yang lebih besar," jelas Ririn, Jumat (5/4/2023).

Baca juga: Ada Bazar UMKM dan 1.000 Paket Sembako di Pasar Murah HK

Du Anyam merupakan sebuah kewirausahaan sosial asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang didirikan oleh tiga sekawan Azalea, Hanna dan Melia. Dalam bahasa Flores, Du Anyam berarti Anyaman Ibu.

Wirausaha sosial ini didirikan untuk mendukung para wanita di Pulau Flores, guna membantu memberdayakan perempuan di daerah ini dengan membuka 1.400 lapangan pekerjaan dan meningkatkan penghasilan daerah hingga 40 persen.

Usaha berbasis sosial ini juga telah berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarga di NTT dengan menyediakan memberikan 4.800 paket sembako untuk para penenun, serta menyalurkan 350 beasiswa untuk anak-anak mereka.

Produk keranjang buatan UMKM lokalIKEA Produk keranjang buatan UMKM lokal
Selain mampu meningkatkan kualitas hidup orang banyak, Du Anyam juga telah membantu mengembangkan tradisi mengolah bahan baku lokal berupa kerajinan tangan anyaman daun palem unik yang disebut sebagai 'Kepitang' (tenun pola heksagonal) yang dibentuk menjadi berbagai produk perabot rumah tangga seperti keranjang.

Kolaborasi dengan IKEA membantu Du Anyam untuk mengembangkan dampak yang lebih jauh ke arah penyediaan kualitas hidup yang lebih baik bagi penenun dan keluarga mereka, sekaligus menghadirkan lebih banyak produk buatan dalam negeri yang menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan.

Baca juga: Kembangkan Hortikultura, Nojorono Kudus Bina UMKM Desa

Beberapa contoh produk hasil Du Anyam adalah adalah FARULL (keranjang anyaman daun palem) dan BUKSBO (stand tanaman terbuat dari rotan bambu).

Selain produk anyaman, IKEA Social Entrepreneurship juga telah bermitra dengan Aneka Coklat untuk menghadirkan produk makanan berupa cokelat organik berkualitas tinggi yang tersedia di seluruh toko IKEA di Indonesia..

Aneka Coklat merupakan usaha coklat asal Jawa Timur yang bertujuan menciptakan pertanian cokelat yang ramah lingkungan dan bertanggung-jawab serta tetap menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Aneka Coklat mengusung konsep farmer-to-bar. Mereka membeli biji kopi berkualitas tinggi langsung dari petani dengan harga yang adil.

Selain itu, para petani kakao juga diberikan bantuan melalui program pelatihan untuk mempelajari teknik pertanian organik, fermentasi, dan konservasi. Aneka juga membekali mereka dengan alat-alat yang dibutuhkan untuk pertanian dan pengolahan kakao.

Dalam kolaborasi ini, IKEA dapat menghadirkan cita rasa baru dalam serangkaian cokelat dengan enam varian rasa (cabai, cokelat susu, cokelat hitam, kopi, karamel, dan kelapa) yang unik dan berkualitas.

“Melalui kolaborasi dan semangat kewirausahaan, kami yakin akan memberikan kontribusi positif untuk memajukan produk buatan Indonesia ke pasar dunia. Oleh karena itu, kami selalu berantusias dalam mencari kemitraan baru untuk merealisasikan visi kami," tuntas Ririn.

Selain produk anyaman dan cokelat, ada pula produk IKEA lain yang merupakan buatan Indonesia seperti keranjang rotan, mainan boneka, perabot, bantal duduk, matras, dan masih banyak lagi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau