Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perubahan Iklim Terlalu Cepat, Tanaman di Gunung Tak Mampu Adaptasi

Kompas.com, 7 Mei 2025, 19:13 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Sebuah tim yang terdiri dari ahli biologi tumbuhan, ahli genetika, dan ahli ekologi dari berbagai universitas menemukan bahwa banyak tanaman gunung tidak akan mampu beradaptasi terhadap kenaikan suhu akibat pemanasan global sehingga mengancam kelangsungan hidup mereka.

Melansir Phys, Selasa (6/5/2025) penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa banyak spesies tanaman dan hewan akan kesulitan beradaptasi dengan perubahan iklim dan kemungkinan akan punah.

Nah, dalam studi baru ini, tim peneliti bertanya-tanya tentang kemampuan tanaman yang tumbuh di pegunungan untuk beradaptasi dengan kenaikan suhu.

Para peneliti berasumsi bahwa banyak tanaman tersebut akan mampu bertahan hidup dengan menyebar ke daerah yang lebih tinggi saat suhu meningkat.

Baca juga: Kekeringan dan Gelombang Panas Bikin Tanaman Sulit Serap Karbon

Namun untuk memastikan hal tersebut, para peneliti melakukan studi lapangan selama hampir satu dekade terhadap tanaman rockcress Drummond , spesies berbunga yang umum di seluruh pegunungan Amerika Utara.

Studi ini melibatkan penanaman 102.000 spesimen di berbagai ketinggian dan memanipulasi lapisan salju di beberapa area untuk mensimulasikan kenaikan suhu.

Tim juga melakukan analisis genetik terhadap sampel tanaman dari berbagai area untuk mengetahui apakah perubahan evolusioner terjadi terkait dengan kenaikan suhu.

Hasilnya, Tim peneliti tidak menemukan bukti kuat yang menunjukkan bahwa tanaman-tanaman tersebut mampu mengubah sifat alaminya sedemikian rupa sehingga memungkinkan mereka untuk bertahan hidup pada suhu yang lebih hangat.

Peneliti juga tidak menemukan bahwa tanaman mampu menyebar ke atas lereng gunung cukup cepat untuk menghindari kenaikan suhu.

Baca juga: FAO: Ada 6.000 Tanaman Pangan, Mirisnya Kita Tergantung pada 9 Jenis

Lebih lanjut, peneliti mencatat meskipun fokus mereka pada satu spesies, temuan mereka mungkin memiliki implikasi bagi berbagai macam tumbuhan yang hidup di ekosistem pegunungan dengan zona ketinggian yang terbatas.

Sally Aitken, seorang ilmuwan konservasi di University of British Columbia, Kanada berpendapat bahwa intervensi manusia, seperti memindahkan tanaman ke ketinggian yang lebih tinggi atau membantu mereka beradaptasi, mungkin bisa menyelamatkan beberapa spesies.

Namun, tindakan ini memerlukan komitmen dan upaya dari kelompok-kelompok tertentu.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau