JAKARTA, KOMPAS.com - PT Widatra Bhakti, perusahaan farmasi anggota Otsuka Group di Indonesia, mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksinya di Pasuruan, Jawa Timur.
PLTS tersebut dikembangkan bersama PT Surya Nippon Nusantara (SNN), perusahaan joint venture antara SUN Energy dan Sojitz Corporation. Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu langkah PT Widatra Bhakti untuk mengurangi emisi dari kegiatan operasional sekaligus mendukung target perusahaan menuju net zero emission (NZE) pada 2050.
Factory Director PT Widatra Bhakti, Betty Zubaida mengatakan, pemasangan PLTS Atap memanfaatkan area atap fasilitas produksi sehingga perusahaan dapat menghasilkan energi terbarukan di lokasi operasional tanpa membutuhkan lahan tambahan.
Baca juga: PLTS 1 MWp Masuk Pulau Sembur, Biaya BBM Bisa Hemat hingga Rp 5 Miliar
Dengan kapasitas 2,2 MWp, sistem tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.990.007 kilowatt hour (kWh) listrik per tahun. Pemanfaatan listrik tenaga surya itu juga diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 2.326 ton CO? per tahun.
"Karena itu, kami melakukannya secara bertahap melalui pemanfaatan energi dari sumber terbarukan dan adopsi teknologi yang mendukung keberlanjutan bisnis," ujar Betty dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Menurut Betty, penggunaan energi terbarukan merupakan bagian dari upaya perusahaan menurunkan emisi tanpa mengurangi keandalan proses produksi maupun kualitas produk.
Sebelumnya, pada April 2022, PT Widatra Bhakti juga telah membeli Renewable Energy Certificate (REC) yang diterbitkan PT PLN (Persero).
Penggunaan REC tersebut kini dilengkapi dengan pembangkitan energi terbarukan secara langsung melalui PLTS Atap di fasilitas produksi.
Penerapan energi surya di fasilitas manufaktur berlangsung di tengah meningkatnya tuntutan terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi dalam rantai pasok global.
Transisi menuju industri rendah karbon tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga mendorong perusahaan menyesuaikan kegiatan operasional dengan kebutuhan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain pemanfaatan energi terbarukan, Betty mengatakan, perusahaan juga mendorong praktik ramah lingkungan di lingkungan kerja. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengurangan penggunaan air minum dalam kemasan dan perlengkapan makan sekali pakai, serta penerapan gerakan Bring Your Own Tumbler (BYOT).
Sementara itu, CEO SNN Oky Gunawan mengatakan, dalam proyek tersebut SNN bertindak sebagai pengembang yang bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem PLTS.
Menurut Oky, pola kerja tersebut memungkinkan perusahaan menggunakan energi terbarukan dengan dukungan pengelolaan sistem selama masa kerja sama, sehingga kegiatan operasional utama tetap dapat berjalan.
Baca juga: Sun Plaza Medan Manfaatkan PLTS Atap, Emisi Berpotensi Turun Setara Kemampuan 33.000 Pohon
"Kami melihat energi terbarukan akan semakin berperan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, memenuhi target keberlanjutan, dan memperkuat daya saing bisnis dalam jangka panjang," ujar Oky.
Pemanfaatan PLTS Atap tersebut menjadi bagian dari upaya PT Widatra Bhakti mengurangi emisi dari penggunaan energi sekaligus meningkatkan porsi energi terbarukan dalam kegiatan operasional perusahaan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya