Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Industri Hijau, Pabrik Farmasi Ini Pasang PLTS Atap Guna Tekan Emisi Karbon

Kompas.com, 1 September 2026, 10:02 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Widatra Bhakti, perusahaan farmasi anggota Otsuka Group di Indonesia, mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksinya di Pasuruan, Jawa Timur.

PLTS tersebut dikembangkan bersama PT Surya Nippon Nusantara (SNN), perusahaan joint venture antara SUN Energy dan Sojitz Corporation. Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu langkah PT Widatra Bhakti untuk mengurangi emisi dari kegiatan operasional sekaligus mendukung target perusahaan menuju net zero emission (NZE) pada 2050.

Factory Director PT Widatra Bhakti, Betty Zubaida mengatakan, pemasangan PLTS Atap memanfaatkan area atap fasilitas produksi sehingga perusahaan dapat menghasilkan energi terbarukan di lokasi operasional tanpa membutuhkan lahan tambahan.

Baca juga: PLTS 1 MWp Masuk Pulau Sembur, Biaya BBM Bisa Hemat hingga Rp 5 Miliar

Dengan kapasitas 2,2 MWp, sistem tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.990.007 kilowatt hour (kWh) listrik per tahun. Pemanfaatan listrik tenaga surya itu juga diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 2.326 ton CO? per tahun.

"Karena itu, kami melakukannya secara bertahap melalui pemanfaatan energi dari sumber terbarukan dan adopsi teknologi yang mendukung keberlanjutan bisnis," ujar Betty dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Menurut Betty, penggunaan energi terbarukan merupakan bagian dari upaya perusahaan menurunkan emisi tanpa mengurangi keandalan proses produksi maupun kualitas produk.

Sebelumnya, pada April 2022, PT Widatra Bhakti juga telah membeli Renewable Energy Certificate (REC) yang diterbitkan PT PLN (Persero).

Penggunaan REC tersebut kini dilengkapi dengan pembangkitan energi terbarukan secara langsung melalui PLTS Atap di fasilitas produksi.

Dorong efisiensi energi industri

Penerapan energi surya di fasilitas manufaktur berlangsung di tengah meningkatnya tuntutan terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi dalam rantai pasok global.

Transisi menuju industri rendah karbon tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga mendorong perusahaan menyesuaikan kegiatan operasional dengan kebutuhan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain pemanfaatan energi terbarukan, Betty mengatakan, perusahaan juga mendorong praktik ramah lingkungan di lingkungan kerja. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengurangan penggunaan air minum dalam kemasan dan perlengkapan makan sekali pakai, serta penerapan gerakan Bring Your Own Tumbler (BYOT).

Sementara itu, CEO SNN Oky Gunawan mengatakan, dalam proyek tersebut SNN bertindak sebagai pengembang yang bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem PLTS.

Menurut Oky, pola kerja tersebut memungkinkan perusahaan menggunakan energi terbarukan dengan dukungan pengelolaan sistem selama masa kerja sama, sehingga kegiatan operasional utama tetap dapat berjalan.

Baca juga: Sun Plaza Medan Manfaatkan PLTS Atap, Emisi Berpotensi Turun Setara Kemampuan 33.000 Pohon

"Kami melihat energi terbarukan akan semakin berperan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, memenuhi target keberlanjutan, dan memperkuat daya saing bisnis dalam jangka panjang," ujar Oky.

Pemanfaatan PLTS Atap tersebut menjadi bagian dari upaya PT Widatra Bhakti mengurangi emisi dari penggunaan energi sekaligus meningkatkan porsi energi terbarukan dalam kegiatan operasional perusahaan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau