Ia menjelaskan bahwa dengan mengalokasikan air untuk kebutuhan lingkungan, kita dapat menjaga sirkulasi air di laguna.
Selain itu, limpasan nutrisi yang berlebihan dapat dikurangi melalui beberapa cara, yaitu meningkatkan kualitas fasilitas pengolahan air limbah, membangun kembali lahan basah, dan meningkatkan upaya untuk menahan nutrisi di lahan pertanian di seluruh daerah aliran sungai di seluruh dunia.
"Untuk menahan dampak kekeringan atau kenaikan permukaan laut, kita juga dapat membuka kembali saluran masuk pasang surut yang tertutup untuk meningkatkan pencampuran, atau meningkatkan tutupan vegetasi yang toleran terhadap garam untuk memerangkap sedimen dan memperlambat penguapan." tambah Keneally.
Menangani masalah tingginya kadar garam dan polusi nutrisi di laguna pesisir memberikan manfaat ganda, baik bagi ekosistem laguna itu sendiri maupun bagi kesehatan manusia.
"Kematian ikan merugikan perikanan lokal, ledakan alga dapat menghasilkan racun dan hilangnya lamun dapat melemahkan perlindungan banjir pesisir," kata Dr. Keneally.
sumber https://phys.org/news/2025-05-climate-coastal-lagoons-salty-soup.html
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya