Bahkan, ASDP berupaya memperkuat konektivitas ke wilayah terpencil.
“(Layanan keperintisan tersebut) menjangkau daerah terpencil dan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sehingga menjaga stabilitas rantai pasok nasional,” ucap Shelvy.
Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai upaya ASDP menghubungkan wilayah terpencil seharusnya mendapat dukungan penuh pemerintah.
Ia menekankan bahwa negara berkewajiban memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah 3T, bukan sekadar menyerahkannya pada operator.
"ASDP enggak boleh seperti PT KAI. ASDP melayani pulau-pulau kecil karena itu penugasan. Jadi, harus diberi subsidi. Namanya penyeberangan perintis. Jadi, pemerintah yang mengatur. Karena kebutuhannya buat negara, bukan buat ASDP," tutur Djoko, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, pemerintah harus memetakan pulau-pulau kecil yang membutuhkan subsidi penyeberangan, seperti Pulau Lingayan di utara Kota Palu, Pulau Enggano, dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).
Ke depan, ia mendorong peningkatan konektivitas antarpulau. “Feeder-feeder (pengumpan) di kepulauan-kepulauan kecil itu belum ada. (Juga perlu) ditambah subsidi angkutan barang sampai ke daerah pedalaman,” ujarnya.
Sebagai negara kepulauan, kata Djoko, perhatian terhadap transportasi air seharusnya lebih besar. Data ASDP tahun 2023 mencatat ada 357 lintas penyeberangan, terdiri dari 83 lintas komersial dan 274 lintas perintis, yang dilayani 427 kapal.
Djoko menilai transportasi sungai, danau, dan penyeberangan masih minim perhatian, padahal bisa mengurangi beban logistik di jalan raya.
Dia menilai, perlu ada Direktorat Jenderal Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan di Kementerian Perhubungan, yang terpisah dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
“Jangan digabung, angkutannya jarang diperhatikan. Saya sudah baca APBN-nya. Jadi, kita punya puluhan danau yang belum diperhatikan. Makanya, buatlah direktorat sendiri. Kita tuh negara kepulauan ya, bukan negara daratan, tetapi perhatian terhadap perairan kita masih minim,” ucapnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya