"Dengan banyaknya penyerapan tenaga kerja sampai puluhan ribu pekerja lokal dengan sendirinya ekonomi daerah akan dipompa. Di pembangunan smelter yang dibutuhkan tentu orang yang punya skill yang akan diutamakan, ada aturan semua dalam perusahaan tambang penyerapan tenaga kerja lokal, nasional, dan asingnya berapa persen," tutur Ferdy.
Ia berpandangan, MIND ID telah menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dengan baik. Komitmen tersebut menjadi kunci seluruh anak usaha perusahaan bersaing di pasar internasional.
"Kalau perusahaan-perusahaan tambang tidak melakukan ESG agak sulit untuk buyer dari luar membeli bahan tambang mereka. Maka yang saya lihat mereka sudah melakukan ESG dengan baik, karena tingkat penerimaan mereka di tingkat global sudah sangat bagus," sebut dia.
Dihubungi beberapa waktu lalu, Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan upaya keberlanjutan terhadap lingkungan. Ini termasuk reklamasi lahan pasca tambang, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), hingga konservasi daerah tangkapan air (DTA) Danau Toba.
“Lebih lanjut pengelolaan limbah, baik limbah B3 maupun limbah non-B3 telah dikelola sesuai standar keamanan, dan berbagai inisiatif serta penggunaan teknologi dapat membantu dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca,” papar Heri.
Baca juga: Mind ID Sebut HPAL Jadi Inovasi Hilirisasi Nikel Rendah Emisi
Dia menuturkan, total lahan reklamasi grup MIND ID mencapai lebih dari 6.770 hektare pada 2023, serta lebih dari 6.300 hektare di 2022.
Menurutnya, langkah keberlanjutan dilakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati, serta meminimalkan emisi guna memperkecil dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan maupun operasional perusahaan.
“MIND ID memahami bahwa kegiatan penambangan dan pengolahan masih bergantung pada bahan bakar fosil, yang berkontribusi pada emisi gas rumah kaca,” terang Heri.
“Kami juga menyadari proses transisi menuju bauran energi terbarukan yang lebih besar masih memerlukan kajian yang mendalam mempertimbangkan aspek teknologi, biaya dan pasar,” imbuh dia.
Karenanya, perusahaan berkomitmen mengurangi jejak karbon hingga 16 persen pada 2030 dari emisi business as-usual di tahun tersebut. Lainnya, mendukung target Net Zero Emission pada 2060.
“Kami juga konsisten melakukan investasi dan meningkatkan energi rendah karbon di seluruh rantai pasok, serta meningkatkan penggunaan bahan bakar gas sebanyak 20-30 persen,” ucap Heri.
Perusahaan BUMN ini turut memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030. Hal itu dilakukan melalui berbagai inisiatif strategis, seperti konversi bahan bakar rendah karbon, efisiensi operasi, co-firing, pemanfaatan energi terbarukan, serta karbon kredit.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya