"Konversi lahan alami menjadi lahan budidaya merupakan kontributor signifikan terhadap pemanasan iklim," kata Matthew C Hansen, salah satu penulis pendamping makalah ini.
"Akibatnya adalah peningkatan cuaca anomali dalam skala global yang sering terlihat dalam data kami sebagai hilangnya vegetasi dalam skala besar akibat kebakaran, kekeringan, banjir, dan peristiwa angin kencang," tambahnya.
Lebih lanjut, sistem peringatan yang menggunakan data Pengamatan Bumi untuk mendeteksi perubahan tutupan lahan memainkan peran penting dalam menyediakan data pemantauan yang berguna untuk penegakan aturan, pengelolaan sumber daya, dan upaya mitigasi.
Laporan ringkasan tahunan dari DIST-ALERT mengenai perluasan lahan oleh manusia dan perubahan lahan akibat iklim berpotensi menjadi arsip data lingkungan global jangka panjang yang vital di masa mendatang.
Makalah dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada 8 Oktober 2025
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya