Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 November 2025, 10:16 WIB
Hotria Mariana,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Human Initiative menyelenggarakan Future Initiative Forum 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan dalam menghadapi tantangan sosial Indonesia.

Acara mengangkat tema "Driving Sustainable Impact Through Multi-Stakeholders Collaboration" dan dihadiri 200 peserta dari berbagai sektor, mulai dari kementerian, korporasi, lembaga filantropi, akademisi, hingga media.

Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati menegaskan, tantangan kemanusiaan saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak secara sendirian. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan dampak berkelanjutan.

Baca juga: Human Initiative Luncurkan Program DREAM, Bantu Pengungsi Tingkatkan Keterampilan

"Kita hidup dalam situasi yang saling terhubung satu sama lain. Tantangan kemanusiaan, tantangan sosial saat ini tidak bisa diselesaikan dengan sendirian," ujar Tomy, Rabu.
Ia menyebut, sejak 2024 hingga saat ini, Human Initiative telah berkolaborasi dengan 60.000 pihak dari berbagai sektor. Kolaborasi tersebut berhasil menjangkau lebih dari 21,3 juta masyarakat di 16 negara.

Pemerintah butuh dukungan swasta

Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono yang hadir dalam forum tersebut menyampaikan apresiasi atas peran lembaga kemanusiaan seperti Human Initiative dalam mendukung program pemerintah.

Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono hadir dalam forum Future Initiative Forum 2025 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025). KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono hadir dalam forum Future Initiative Forum 2025 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025).

Agus menjelaskan, pemerintah saat ini fokus pada dua instruksi presiden (inpres) terkait pengentasan kemiskinan. Pertama, Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Kedua, Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN).

Berdasarkan DT-SEN, jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 286 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 23,8 juta atau 8,47 persen masyarakat masih berada dalam kategori miskin. Sementara, kemiskinan ekstrem mencapai 0,8 persen atau sekitar 2,38 juta jiwa.

Baca juga: Presiden Human Initiative: Kami Sadar, Kolaborasi adalah Kunci

Presiden Prabowo Subianto sendiri, kata Agus, menargetkan kemiskinan ekstrem mencapai nol persen pada 2026 dan kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029. Menurutnya, baru bisa tercapai jika ada keterlibatan aktif sektor swasta dan lembaga kemanusiaan.

"Pemerintah tidak bisa (mewujudkan itu) sendirian. Kami butuh kolaborasi untuk memberdayakan secara ekonomi dan membangun rumah layak huni," ucap Agus.

Ia menyebut, Kementerian Sosial (Kemensos) kini mengubah pendekatan bantuan sosial dari yang bersifat pasif menjadi pemberdayaan aktif. Kemensos menargetkan 33.000 lebih pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memandirikan 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per tahun sehingga total ada 330.000 keluarga yang dapat mandiri setiap tahunnya.

Baca juga: Human Initiative: Kolaborasi Kemanusiaan Diperlukan untuk Mengatasi Krisis Global

Selain pemberdayaan berbasis individu, Kemensos juga mengembangkan strategi graduasi komunitas melalui pembangunan Kampung Berdaya di berbagai daerah. Program lainnya adalah Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memutus transmisi kemiskinan melalui jalur pendidikan.

"Untuk program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, termasuk mengurus orangtua siswa di Sekolah Rakyat, kami membutuhkan kolaborasi, membutuhkan sinergi, tidak hanya antar-kementerian, tapi pemerintah juga dengan pihak swasta," tandas Agus.

Human Initiative luncurkan layanan CII

Merespons kebutuhan kolaborasi tersebut, Human Initiative meluncurkan layanan baru bernama Corporate Impact Initiative (CII). Layanan ini dirancang untuk mendampingi perusahaan menjalankan program tanggung jawab sosial secara profesional, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca juga: Human Initiative Gandeng 25 Aktor Lokal Penggerak Masyarakat pada Local Champion Forum 2024

Tomy menjelaskan, peluncuran layanan CII merupakan bagian dari transformasi Human Initiative sebagai katalis yang menjembatani niat baik dunia usaha dengan kebutuhan masyarakat.

"Lembaga kemanusiaan seperti kami harus bekerja secara profesional dan akuntabel. Kami harus menjadi katalisator bagi tumbuhnya gerakan kebaikan," kata Tomy.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau