Dalam forum tersebut, Human Initiative juga mempublikasikan hasil kajian CSR nasional yang dilakukan bersama Inventure. Kajian ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi perusahaan dalam merancang program CSR yang berdampak.
Baca juga: Puluhan Tahun Human Initiative Berdayakan Peternak Sapi di NTT
Human Initiative juga memberikan apresiasi melalui Initiative Award 2025 kepada hampir 30 mitra kolaborasi yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan dampak sosial. Jumlah penerima penghargaan tahun ini jauh lebih banyak dari pelaksanaan Future Initiative Forum pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kontribusi yang diberikan oleh saudara-saudara dalam kerja-kerja kemanusiaan memang pantas untuk diapresiasi dan pantas untuk diberikan kehormatan setinggi-tingginya," ujar Agus mengapresiasi.
Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air Retno Marsudi turut memberikan pidato inspiratif dalam forum tersebut. Ia menyoroti pentingnya memperkuat solidaritas di tengah tantangan global yang memperlambat pencapaian SDGs.
Baca juga: Targetkan Program yang Merata, Human Initiative Luncurkan Program Sebar Kurban 2024 di NTT
Retno menyebut, sejumlah negara kini mulai menghentikan bantuan untuk kerja sama pembangunan atau mengalihkan anggarannya untuk kepentingan lain seperti pertahanan. Kondisi ini diperkirakan akan memperlambat pencapaian target SDGs, terutama bagi negara berkembang.
"Dengan situasi dan tren dunia seperti ini, solidaritas dan kolaborasi menjadi lebih penting. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, seberat apa pun keadaan tersebut," kata Retno.
Ia mengapresiasi forum yang diinisiasi Human Initiative sebagai upaya konkret dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama untuk pencapaian SDGs.
Retno juga menekankan pentingnya perhatian terhadap isu air dan sanitasi sebagai target SDG nomor 6. Ia menyebut, satu dari empat orang di dunia tidak mendapatkan akses terhadap air minum yang aman, dan empat dari 10 tidak mendapatkan akses sanitasi yang aman.
Baca juga: Resmi Ditutup, Sebar Qurban 2025 Human Initiative Jangkau 202.707 Penerima
"Diperkirakan pada 2050, tiga per empat dari penduduk dunia mengalami kekeringan. Untuk itu, kerja sama dan solidaritas sangat esensial dan penting," ujar Retno.
Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk sektor swasta dan lembaga kemanusiaan seperti Human Initiative, untuk lebih masif berkontribusi dalam mengatasi krisis air, terutama di wilayah rentan.
Tomy menutup forum dengan menekankan bahwa kebaikan tidak boleh berhenti dan harus terus diperkuat melalui kolaborasi sistematis.
"Kita tidak sekedar ingin berbagi, kita ingin menggerakkan kebaikan. Kita tidak sekedar ingin menolong, tapi kita ingin memartabatkan manusia," sambung Tomy.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya