Dan untuk pertama kalinya, konferensi iklim tahun ini akan menampilkan Inisiatif Global untuk Integritas Informasi tentang Perubahan Iklim. Ini merupakan upaya bersama antara Pemerintah Brasil, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan UNESCO yang didedikasikan untuk memperkuat penelitian dan langkah-langkah dalam mengatasi kampanye disinformasi.
Pada KTT Pemimpin pada 6 November, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sama-sama memperingatkan bahaya disinformasi iklim.
“Disinformasi iklim saat ini mengancam demokrasi kita, agenda Paris, dan dengan demikian keamanan kolektif kita,” kata Macron.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga mengecam perusahaan-perusahaan yang mengambil untung dari disinformasi tersebut.
“Terlalu banyak perusahaan yang meraup keuntungan besar dari kerusakan iklim dengan miliaran dolar dihabiskan untuk melobi, menipu publik, dan menghambat kemajuan. Terlalu banyak pemimpin yang masih terjebak oleh kepentingan yang mengakar ini,” katanya.
Baca juga: Dampak Perubahan Iklim: Sudah Telat Selamatkan Kopi, Cokelat, dan Anggur
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya