Penulis
Kesalahan tersebut membuat kemampuan tanaman menyerap karbon dioksida terlihat lebih besar dari kenyataan.
Studi tersebut menyimpulkan bahwa efek pemupukan karbon dioksida telah dilebihkan. Akibatnya, kontribusi tanaman dalam menyerap karbon dioksida sebenarnya sekitar 11 persen lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Angka ini terlihat kecil. Namun, dalam skala global, kesalahan ini dapat memengaruhi strategi mitigasi perubahan iklim.
Maka dari itu, Weber mendorong revisi model Earth System secara menyeluruh guna menilai perkembangan dengan lebih baik.
"Hal ini karena gas-gas seperti oksida nitrogen dan oksida nitrat dihasilkan sebagai bagian dari siklus nitrogen. Gas-gas ini dapat dilepaskan ke atmosfer melalui proses konversi dan mengubah atau mengganggu proses iklim," jelas dia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya