Penulis
Dilansir dari Taipei News, tujuan baru ini berdasarkan pada Peraturan Uni Eropa tentang Kemasan dan Limbah Kemasan.
Selain pelarangan dan pembatasan pemakaian plastik, Pemerintah Taiwan juga melakukan langkah-langkah lainnya, di antaranya memperkuat mekanisme "pengguna membayar", memperkenalkan insentif ekonomi, memperluas cakupan regulasi, dan memperluas pendidikan pengurangan plastik.
Misalnya, sekitar 80 persen kios di Pasar Bunga Jianguo di Taipei bekerja sama dengan kementerian untuk mempromosikan penggunaan kantong belanja daur ulang, yang menyumbang hampir 10 persen dari total kantong di pasar tersebut.
Tidak hanya itu, pemerintah memperkuat sistem guna ulang dan daur ulang. Program diskon bagi konsumen yang membawa gelas sendiri tetap dilanjutkan.
Pemerintah juga memperluas sistem sewa dan pengembalian gelas di destinasi wisata dan area olahraga.
Selanjutnya, perusahaan besar didorong bergabung dalam jaringan pencucian dan logistik gelas bersama.
Untuk sedotan plastik, pemerintah mendorong penggunaan tutup minum dan bahan alternatif.
Mulai tahun ini, restoran jaringan dan perusahaan besar didorong memakai peralatan makan yang dapat dicuci ulang.
Baca juga: Korea Selatan Larang Label Plastik di Botol Air Minum per Januari 2026
Ilustrasi Stasiun Checheng di Taiwan. Taiwan mengubah kebijakan plastik sekali pakai dengan target baru hingga 2035. Simak selengkapnya.Instansi pemerintah dan penyelenggara acara besar diwajibkan menerapkan sistem wadah sirkular mulai tahun 2027.
Platform pesan antar makanan juga dilibatkan, dengan membuat kategori ramah lingkungan. Penilaian lingkungan akan ditampilkan agar konsumen bisa memilih kemasan yang lebih hijau.
Kemasan ritel dan e-commerce yang baru masuk regulasi masih mengandalkan insentif. Pemerintah mendorong penjualan produk tanpa kemasan, desain ringan, bahan tunggal, dan penggunaan plastik daur ulang.
Taiwan juga berencana melarang kemasan berbahan PVC. Program "Green Package" akan diluncurkan untuk memangkas kemasan yang tidak perlu.
Untuk belanja online, pemerintah membangun rantai pasok kemasan sirkular. Fokusnya pada pengiriman minim kemasan, kemasan guna ulang, dan bahan berkelanjutan.
Sistem software (perangkat lunak) pintar untuk optimasi kemasan ditargetkan mulai dikembangkan tahun ini.
Baca juga: Genjot Pengumpulan Botol Plastik PET, Coca-Cola Indonesia Luncurkan Program “Recycle Me” 2025
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya