Penulis
KOMPAS.com - Terdapat fenomena yang membuat dasar laut gelap total sehingga bisa mengancam ekosistem laut. Fenomena ini dikenal sebagai marine darkwave (gelombang laut gelap).
Ada beberapa faktor yang bisa menghalangi sinar matahari menembus perairan, antara lain sedimen dari daratan, ledakan alga, dan material organik. Dalam kondisi tertentu, cahaya yang sampai ke dasar laut bisa turun drastis hingga hampir nol.
Baca juga:
"Penurunan cahaya bawah air secara berulang dapat menjadi faktor utama dalam degradasi ekosistem laut," tulis penelitian yang diterbitkan di Communications Earth & Environment, dilansir dari Nature, Sabtu (17/1/2026).
"Namun, kerangka kerja berbasis peristiwa yang konsisten yang menggambarkan frekuensi, durasi, dan intensitas penurunan cahaya bawah air yang signifikan tapi bersifat jangka pendek belum ada," tambah studi tersebut.
Untuk memahami kejadian ini secara lebih sistematis, tim ilmuwan internasional mengembangkan kerangka kerja ilmiah pertama untuk mengidentifikasi fenomena tersebut.
Dalam penelitian itu, para ilmuwan memperkenalkan istilah baru bernama marine darkwave.
Ilmuwan melacak fenomena marine darkwave yang membuat dasar laut gelap total dan mengancam ekosistem laut dunia.Marine darkwave adalah periode singkat, tapi ekstrem ketika cahaya bawah laut berkurang drastis.
Peristiwa ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga lebih dari dua bulan. Dalam kondisi paling parah, hampir tidak ada cahaya matahari yang mencapai dasar laut.
Fenomena ini berbahaya karena banyak organisme laut bergantung pada cahaya. Hutan kelp, padang lamun, alga, dan terumbu karang membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis.
"Kami telah lama mengetahui bahwa tingkat cahaya sangat penting bagi organisme fotosintetik, seperti alga, rumput laut, dan karang, dan bahwa faktor-faktor yang mengurangi cahaya hingga ke dasar laut dapat memengaruhi mereka," kata co-author dan ahli biologi penelitian di Marine Science Institute, University of California Santa Barbara, Bob Miller.
"Studi ini menciptakan kerangka kerja untuk membandingkan peristiwa semacam itu, yang kami sebut darkwaves," tambah dia, dilansir dari SciTechDaily.
Ia menegaskan bahwa studi ini penting karena menciptakan kerangka kerja bersama untuk membandingkan kejadian kehilangan cahaya ekstrem di berbagai wilayah laut.
Baca juga:
Ilmuwan melacak fenomena marine darkwave yang membuat dasar laut gelap total dan mengancam ekosistem laut dunia.Cahaya adalah penggerak utama produktivitas laut. Tanpa cahaya, proses fotosintesis terhenti. Jika fotosintesis terganggu, rantai makanan laut ikut terancam.
Menurut penulis utama penelitian dan peneliti pasca-doktoral di University of Waikato dan Earth Sciences New Zealand, François Thoral, selama ini ilmuwan belum memiliki metode konsisten untuk mengukur penurunan cahaya ekstrem di laut.
"Cahaya merupakan faktor utama yang mendorong produktivitas laut, tapi hingga saat ini kita belum memiliki metode yang konsisten untuk mengukur penurunan cahaya bawah air yang ekstrem," ucap Thoral.
Dengan adanya kerangka marine darkwave, ilmuwan saat ini bisa membandingkan tingkat keparahan dan durasi peristiwa gelap bawah laut di berbagai wilayah pesisir dunia.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya