Ada pula macaca maura atau monyet hitam Sulawesi yang sering dianggap hama. Konservasi satwa ini menjadi salah satu keberhasilan langka PCBA.
Dengan delapan individu, termasuk kelahiran di fasilitas, PCBA menjadi salah satu dari sedikit tempat di dunia yang berhasil mengembangbiakkan spesies ini.
Selain burung dan mamalia, PCBA juga menjadi rumah bagi spesies yang hampir tak pernah muncul dalam perbincangan publik, yakni ikan air hitam dan ikan rawa gambut.
Jochen menjelaskan, habitat rawa gambut merupakan salah satu ekosistem paling rentan di Indonesia.
“Kerusakan kecil akibat pembangunan, perkebunan, atau kebakaran bisa langsung menghilangkan seluruh populasi ikan endemik yang wilayah sebarannya sangat terbatas,” tuturnya.
Banyak dari spesies ikan tersebut terisolasi secara alami oleh perbedaan kimia air dan sungai. Jalur buatan manusia, seperti jalan dan permukiman, turut memperparah isolasi.
“Ketika habitat yang sangat kecil ini rusak, kepunahan bisa terjadi tanpa disadari,” ungkap Jochen.
Baca juga: Lumba-lumba Marine Safari Bali, Berapa Umurnya?
Oleh karena itu, lanjutnya, PCBA memberi perhatian besar pada konservasi ikan air tawar, bahkan jumlah spesies ikan yang ditangani lebih banyak ketimbang burung.
Adapun PCBA menjadi rumah nyaman bagi lebih dari 40 jenis ikan, termasuk ikan air hitam dan cupang liar yang habitat aslinya sering kali hanya tinggal beberapa kilometer persegi.
Kisah sukses lain juga datang dari konservasi ikan pelangi irian (Melanotaenia ayamaruensis), satwa endemik asli Papua Barat Daya.
Penyebaran bibit ikan nila (Oreochromis niloticus) di Danau Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, yang menjadi upaya pengembangan ekonomi warga justru membuat ikan pelangi irian nyaris punah.
Baca juga: Indonesia–Inggris Tetapkan Way Kambas sebagai Prioritas dalam Kerja Sama Konservasi
Melalui program sederhana, PCBA menampung ratusan individu, bahkan lebih banyak dari yang tersisa di alam.
“Satu kolam kami isi 4.000 liter dan ini perawatannya minimal. Konservasi tidak selalu harus mahal. Banyak spesies bisa diselamatkan dengan pendekatan sederhana, kolaboratif, dan konsisten,” kata Jochen.
General Manager TSI Prigen Erwina Lemuel mengatakan, PCBA bukanlah fasilitas pendukung di TSI Prigen. Pasalnya, bagi pihaknya, konservasi tidak hanya tentang spesies besar atau populer.
"Setiap satwa, sekecil apa pun, punya peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” tutur Erwina.
Ia menegaskan, PCBA dijalankan sebagai organisasi konservasi nonkomersial dengan filosofi filantropi. Dana konservasi dialokasikan terpisah dari aspek pariwisata. Fasilitas dirancang menyerupai habitat alami, bukan sebagai ruang pamer.
“Tujuan utama kami adalah mengamankan populasi, menghitungnya, dan jika memungkinkan, mengembalikannya ke alam. Itulah makna konservasi yang sesungguhnya,” kata Erwina.
Di tengah laju kepunahan satwa global yang semakin cepat, PCBA Taman Safari Prigen berdiri sebagai pengingat bahwa menyelamatkan keanekaragaman hayati bukan hanya soal yang megah dan karismatik, melainkan juga tentang keberanian merawat yang terlupakan sebelum semuanya benar-benar hilang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya