KOMPAS.com - Bureau of International Recycling (Badan Daur Ulang Internasional atau BIR) menolak usulan Komisi Eropa tentang pembatasan ekspor aluminium bekas. Pembatasan tersebut dianggap tidak perlu dan berisiko merusak ekonomi sirkular.
BIR, yang berbasis di Brussels dan mewakili 37 federasi daur ulang nasional, menyebut gagasan larangan ekspor Uni Eropa atau pembatasan perdagangan apa pun terhadap limbah aluminium sebagai tidak efektif.
Baca juga:
"Uni Eropa sudah menghasilkan lebih banyak limbah aluminium daripada yang dapat diserap di dalam negeri. Data yang tersedia tidak menunjukkan kebocoran limbah struktural yang dapat membenarkan intervensi," demikian keterangan BIR, dilansir dari Reuters, Selasa (3/2/2026).
Keterangan BIR tersebut merupakan tanggapan terhadap konsultasi publik Uni Eropa mengenai masalah pembatasan ekspor aluminium bekas yang dibuka hingga akhir Januari.
BIR menilai, pembatasan ekspor alumunium akan menciptakan kelebihan pasokan di Uni Eropa.Kebocoran limbah mengacu pada hilangnya bahan yang dapat didaur ulang ke pasar luar negeri.
Aluminium bekas dinilai sebagai sumber daya yang berharga dan jauh lebih rendah karbon daripada logam primer.
BIR menilai, pembatasan ekspor akan menciptakan kelebihan pasokan di Uni Eropa, menurunkan harga besi tua, serta membuat perusahaan daur ulang berada dalam posisi ekonomi yang tidak berkelanjutan.
Imbasnya, akan mengurangi tingkat pengumpulan dan daur ulang, meningkatkan risiko aliran limbah yang tidak terkendali, dan merusak ekonomi sirkular.
Sebelumnya, Komisi Eropa menyatakan akan membatasi ekspor aluminium bekas untuk menghentikan banjir logam tersebut keluar dari Uni Eropa pada bulan November 2025 lalu.
Pembatasan untuk menghentikan banjir alumunium bekas keluar dari Uni Eropa dan menyebabkan kekurangan pasokan bagi industrinya.
Usulan Komisi Eropa disambut baik oleh lobi aluminium dari European Aluminium, yang mendesak para pembuat kebijakan untuk memberlakukan biaya ekspor pada material tersebut.
Komisi Eropa akan mengusulkan langkah-langkah yang ditargetkan untuk limbah aluminium pada kuartal kedua tahun ini.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya