Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas Gramedia Resmikan "Waste" Station untuk Daur Ulang Sampah

Kompas.com, 12 Februari 2026, 15:56 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompas Gramedia meluncurkan “Waste Station” di Gedung Kompas Gramedia Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Fasilitas ini digunakan untuk menampung setoran sampah plastik yang kemudian didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.

Melalui program ini, perusahaan menunjukkan komitmen untuk mengembangkan praktik keberlanjutan serta melestarikan lingkungan.

Waste Station Kompas Gramedia (KG) berupa kontainer yang disulap menjadi tempat pengumpulan sampah daur ulang. Berlokasi di loading gudang barat perkantoran KG di Palmerah Selatan, stasiun ini menerima sampah anorganik yang disetor dari lingkungan perusahaan.

Baca juga: Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh di Sekolah dan Bergerak ke Kecamatan

Operasional program ini dijalankan Office of Sustainability KG bekerja sama dengan Rekosistem, perusahaan pengelola sampah terintegrasi melalui aplikasi digital dengan memberikan imbalan (poin/e-wallet) bagi penyetor sampah.

Sampah yang disetor selanjutnya akan didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat.

Peresmian Waste Station itu dihadiri, antara lain, Corporate Communication Director KG Glory Oyong, KG Property Director Rudi Hartono, Corporate Human Resources Director KG Markhani, dan Partner Skystar Capital Geraldine Oetama. Hadir pula Head of Sustainability Office KG Arki Sudito, Deputy of Sustainability Office KG Ilham Khoiri, dan Senior VP of Business Growth & Partnerships Rekosistem Angga Fritz.

Arki Sudito mengungkapkan, peresmian Waste Station KG ini merupakan langkah sederhana, tapi nyata dari Kompas Gramedia untuk menghadirkan solusi atas tantangan pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan budaya ramah lingkungan.

Waste Management KG

Selama ini, sampah di lingkungan perusahaan di Palmerah telah dikelola sesuai aturan dengan baik oleh KG Property.

“Dengan adanya Waste Station ini, kita bisa lebih pastikan sampah kita, dapat dikelola dengan tepat. Kita bisa pastikan sebisa mungkin kita tidak membuang sampah ke landfill. Kita kurangi emisi yang dihasilkan secara korporasi,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Menurut Angga Fritz, sampah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas konsumsi sehari-hari yang dapat dikelola dengan baik melalui pemilahan.

“Kita tahu isu persampahan ini sangat marak di mana-mana. Sampah kalau dipilah menjadi sumber daya, kalau tidak dipilah itu baru sampah. Semoga Waste Station ini menjadi manfaat bagi semua, bukan hanya bagi stakeholders di Kompas Gramedia, tetapi untuk bumi kita juga,” katanya.

Baca juga: Palmerah Yuk, Kampanye KG Media untuk Donasi Banjir dan Kurangi Sampah Fashion

Glory Oyong menegaskan bahwa sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, Kompas Gramedia terus menghadirkan berbagai inovasi dan program agar praktik keberlanjutan tidak berhenti pada satu atau dua inisiatif, melainkan membentuk beragam gaya hidup berkelanjutan di lingkungan korporasi.

“Biasanya, kalau sudah memilah sampah di rumah, bingung akan dibuang ke mana, akhirnya sampah tercampur lagi. Keberadaan Waste Station ini diharapkan membuat karyawan memiliki gaya hidup baru, yaitu memilah dan menyetorkan sampah,” katanya.

Waste Station dihadirkan sebagai fasilitas pendukung untuk membantu pemilahan dan pengelolaan sampah anorganik di lingkungan kerja. Waste Station Kompas Gramedia ini menerima lima jenis sampah, yaitu plastik keras, plastik lunak, botol plastik, kertas, dan kardus.

Setiap setoran sampah yang diserahkan akan mendapatkan poin yang terintegrasi dalam aplikasi, dan dapat ditarik melalui dompet digital tanpa minimum. Selain itu, Kompas Gramedia juga akan memberikan apresiasi kepada unit bisnis dan individu karyawan yang paling aktif serta paling banyak menyetorkan sampah ke Waste Station.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Bagaimana Asia Memenuhi Kebutuhan Energi untuk Lonjakan Pusat Data?
Bagaimana Asia Memenuhi Kebutuhan Energi untuk Lonjakan Pusat Data?
Pemerintah
RUU Pangan Dinilai Belum Cukup Antisipasi Krisis Iklim
RUU Pangan Dinilai Belum Cukup Antisipasi Krisis Iklim
LSM/Figur
Kebakaran Hutan Kalimantan: 60 Persen Habitat Orang Utan Terdampak
Kebakaran Hutan Kalimantan: 60 Persen Habitat Orang Utan Terdampak
Pemerintah
Rasio SPKLU dan Kendaraan Listrik 1:47, Pemerintah Relaksasi Aturan Investasi Asing
Rasio SPKLU dan Kendaraan Listrik 1:47, Pemerintah Relaksasi Aturan Investasi Asing
Pemerintah
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
BUMN
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
Dekarbonisasi Rantai Nilai, IBC Akan Pasang PLTS Mulai 2027 Saat Daur Ulang Baterai Masih Terkendala Regulasi
BUMN
Harita Nickel Turunkan 2.600 Terumbu Buatan di Pesisir Pulau Obi, Datangkan Banyak Jenis Ikan
Harita Nickel Turunkan 2.600 Terumbu Buatan di Pesisir Pulau Obi, Datangkan Banyak Jenis Ikan
Swasta
Sepertiga Sampah Plastik Dunia Tak Terkelola dengan Baik pada 2026
Sepertiga Sampah Plastik Dunia Tak Terkelola dengan Baik pada 2026
Pemerintah
Aksi Terpadu Tangani Iklim dan Polusi Udara Berikan Keuntungan 15 Kali Lipat
Aksi Terpadu Tangani Iklim dan Polusi Udara Berikan Keuntungan 15 Kali Lipat
Pemerintah
Impor Batu Bara Metalurgi Naik, Indonesia Jadi Salah Satu Pendorong Pasar Global
Impor Batu Bara Metalurgi Naik, Indonesia Jadi Salah Satu Pendorong Pasar Global
LSM/Figur
PBB: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Hambat Perbaikan Kualitas Udara Dunia
PBB: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Hambat Perbaikan Kualitas Udara Dunia
Pemerintah
Harita Nickel Luncurkan Buku mengenai Pulau Obi dan Keanekaragaman Ikan
Harita Nickel Luncurkan Buku mengenai Pulau Obi dan Keanekaragaman Ikan
Swasta
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Pemerintah
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau