Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Kompas Gramedia meluncurkan “Waste Station” di Gedung Kompas Gramedia Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Fasilitas ini digunakan untuk menampung setoran sampah plastik yang kemudian didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.
Melalui program ini, perusahaan menunjukkan komitmen untuk mengembangkan praktik keberlanjutan serta melestarikan lingkungan.
Waste Station Kompas Gramedia (KG) berupa kontainer yang disulap menjadi tempat pengumpulan sampah daur ulang. Berlokasi di loading gudang barat perkantoran KG di Palmerah Selatan, stasiun ini menerima sampah anorganik yang disetor dari lingkungan perusahaan.
Baca juga: Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh di Sekolah dan Bergerak ke Kecamatan
Operasional program ini dijalankan Office of Sustainability KG bekerja sama dengan Rekosistem, perusahaan pengelola sampah terintegrasi melalui aplikasi digital dengan memberikan imbalan (poin/e-wallet) bagi penyetor sampah.
Sampah yang disetor selanjutnya akan didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat.
Peresmian Waste Station itu dihadiri, antara lain, Corporate Communication Director KG Glory Oyong, KG Property Director Rudi Hartono, Corporate Human Resources Director KG Markhani, dan Partner Skystar Capital Geraldine Oetama. Hadir pula Head of Sustainability Office KG Arki Sudito, Deputy of Sustainability Office KG Ilham Khoiri, dan Senior VP of Business Growth & Partnerships Rekosistem Angga Fritz.
Arki Sudito mengungkapkan, peresmian Waste Station KG ini merupakan langkah sederhana, tapi nyata dari Kompas Gramedia untuk menghadirkan solusi atas tantangan pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan budaya ramah lingkungan.
Selama ini, sampah di lingkungan perusahaan di Palmerah telah dikelola sesuai aturan dengan baik oleh KG Property.
“Dengan adanya Waste Station ini, kita bisa lebih pastikan sampah kita, dapat dikelola dengan tepat. Kita bisa pastikan sebisa mungkin kita tidak membuang sampah ke landfill. Kita kurangi emisi yang dihasilkan secara korporasi,” katanya, Rabu (11/2/2026).
Menurut Angga Fritz, sampah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas konsumsi sehari-hari yang dapat dikelola dengan baik melalui pemilahan.
“Kita tahu isu persampahan ini sangat marak di mana-mana. Sampah kalau dipilah menjadi sumber daya, kalau tidak dipilah itu baru sampah. Semoga Waste Station ini menjadi manfaat bagi semua, bukan hanya bagi stakeholders di Kompas Gramedia, tetapi untuk bumi kita juga,” katanya.
Baca juga: Palmerah Yuk, Kampanye KG Media untuk Donasi Banjir dan Kurangi Sampah Fashion
Glory Oyong menegaskan bahwa sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, Kompas Gramedia terus menghadirkan berbagai inovasi dan program agar praktik keberlanjutan tidak berhenti pada satu atau dua inisiatif, melainkan membentuk beragam gaya hidup berkelanjutan di lingkungan korporasi.
“Biasanya, kalau sudah memilah sampah di rumah, bingung akan dibuang ke mana, akhirnya sampah tercampur lagi. Keberadaan Waste Station ini diharapkan membuat karyawan memiliki gaya hidup baru, yaitu memilah dan menyetorkan sampah,” katanya.
Waste Station dihadirkan sebagai fasilitas pendukung untuk membantu pemilahan dan pengelolaan sampah anorganik di lingkungan kerja. Waste Station Kompas Gramedia ini menerima lima jenis sampah, yaitu plastik keras, plastik lunak, botol plastik, kertas, dan kardus.
Setiap setoran sampah yang diserahkan akan mendapatkan poin yang terintegrasi dalam aplikasi, dan dapat ditarik melalui dompet digital tanpa minimum. Selain itu, Kompas Gramedia juga akan memberikan apresiasi kepada unit bisnis dan individu karyawan yang paling aktif serta paling banyak menyetorkan sampah ke Waste Station.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya