Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 Februari 2026, 17:01 WIB
Hotria Mariana,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Kisah pilu lain datang dari Arfia Jalal, seorang lansia berusia 65 tahun yang kehilangan seluruh harta bendanya. Namun, di tengah kehilangan materi, Arfia bersyukur nyawanya masih selamat dan kesehatannya segera tertangani berkat respons tim medis.

Merespons krisis tersebut, Harita Nickel pun segera mengaktifkan protokol darurat kemanusiaan. Emergency Response Team (ERT) perusahaan diberangkatkan menuju titik-titik terparah di Kecamatan Ibu.

Tim ini tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa peralatan lengkap untuk membantu warga membersihkan puing-puing sisa banjir, membuka akses jalan, dan mengevakuasi barang-barang.

Sektor kesehatan tak luput dari perhatian, bahkan jadi hal yang diutamakan perusahaan. Dua orang paramedis diterjunkan khusus untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna mengantisipasi penyakit pascabanjir.

Selain tenaga medis, Harita Nickel juga menyalurkan ratusan paket bantuan kesehatan kepada pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Ibu.

Baca juga: Ketika Nikel Tak Hanya Diekspor, tapi Menghidupi Warung Warga Obi

Kepala Desa Tongute Ternate Said Sania menyampaikan, bantuan paramedis dan obat-obatan dari Harita Nickel sangat membantu meringankan beban psikis warganya. Terlebih, sejak hari pertama, warga sudah mengalami gangguan kesehatan, seperti gatal, demam, dan batuk muncul sejak hari pertama banjir.

Camat Ibu Warjin Hi Soleman turut menyampaikan apresiasi atas bantuan dan respons cepat yang diberikan Harita Nickel. Ia mengatakan, selain layanan kesehatan dan tim ERT, Harita Nickel turut menyalurkan bantuan pangan berupa beras ukuran 5 kg, mi instan, serta air mineral.

Perusahaan juga menyediakan bantuan alas tidur berupa matras untuk meningkatkan kenyamanan 1.593 jiwa yang terdampak di pengungsian.

“Kehadiran tim medis dan bantuan perlengkapan tidur menjadi dukungan vital bagi stabilitas warga. Kami mencatat, terdapat 497 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan bantuan mendesak di wilayah tersebut,” tutur Warjin.

Senada, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat Gunawan MT Ali mengapresiasi koordinasi intensif yang dilakukan perusahaan.

“Bantuan logistik ini akan langsung kami salurkan kepada warga yang membutuhkan di tujuh kecamatan terdampak,” ucapnya.

Harita Nickel menyalurkan ratusan sak semen dan seng sebagai dukungan konkret untuk membantu warga membangun kembali fondasi rumah mereka yang rusak akibat terjangan banjir.  Dok. Harita Nickel Harita Nickel menyalurkan ratusan sak semen dan seng sebagai dukungan konkret untuk membantu warga membangun kembali fondasi rumah mereka yang rusak akibat terjangan banjir.

Membangun kembali harapan

Aksi kemanusiaan Harita Nickel juga menjangkau Desa Yaba di Kabupaten Halmahera Selatan yang turut diterjang banjir dengan fokus pada pemulihan infrastruktur permukiman.

Di sana, perusahaan menyalurkan bantuan berupa 400 sak semen serta 150 lembar seng guna memperbaiki rumah warga.

Upaya pemulihan tersebut berjalan beriringan dengan langkah pemerintah dalam mengantisipasi ancaman anomali cuaca ekstrem di kawasan timur Indonesia.

Diberitakan Kompas.com, Rabu (14/1/2026), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiagakan alat berat untuk menangani sedimentasi masif di Sungai Ibu.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau