Kisah pilu lain datang dari Arfia Jalal, seorang lansia berusia 65 tahun yang kehilangan seluruh harta bendanya. Namun, di tengah kehilangan materi, Arfia bersyukur nyawanya masih selamat dan kesehatannya segera tertangani berkat respons tim medis.
Merespons krisis tersebut, Harita Nickel pun segera mengaktifkan protokol darurat kemanusiaan. Emergency Response Team (ERT) perusahaan diberangkatkan menuju titik-titik terparah di Kecamatan Ibu.
Tim ini tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa peralatan lengkap untuk membantu warga membersihkan puing-puing sisa banjir, membuka akses jalan, dan mengevakuasi barang-barang.
Sektor kesehatan tak luput dari perhatian, bahkan jadi hal yang diutamakan perusahaan. Dua orang paramedis diterjunkan khusus untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna mengantisipasi penyakit pascabanjir.
Selain tenaga medis, Harita Nickel juga menyalurkan ratusan paket bantuan kesehatan kepada pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Ibu.
Baca juga: Ketika Nikel Tak Hanya Diekspor, tapi Menghidupi Warung Warga Obi
Kepala Desa Tongute Ternate Said Sania menyampaikan, bantuan paramedis dan obat-obatan dari Harita Nickel sangat membantu meringankan beban psikis warganya. Terlebih, sejak hari pertama, warga sudah mengalami gangguan kesehatan, seperti gatal, demam, dan batuk muncul sejak hari pertama banjir.
Camat Ibu Warjin Hi Soleman turut menyampaikan apresiasi atas bantuan dan respons cepat yang diberikan Harita Nickel. Ia mengatakan, selain layanan kesehatan dan tim ERT, Harita Nickel turut menyalurkan bantuan pangan berupa beras ukuran 5 kg, mi instan, serta air mineral.
Perusahaan juga menyediakan bantuan alas tidur berupa matras untuk meningkatkan kenyamanan 1.593 jiwa yang terdampak di pengungsian.
“Kehadiran tim medis dan bantuan perlengkapan tidur menjadi dukungan vital bagi stabilitas warga. Kami mencatat, terdapat 497 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan bantuan mendesak di wilayah tersebut,” tutur Warjin.
Senada, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat Gunawan MT Ali mengapresiasi koordinasi intensif yang dilakukan perusahaan.
“Bantuan logistik ini akan langsung kami salurkan kepada warga yang membutuhkan di tujuh kecamatan terdampak,” ucapnya.
Harita Nickel menyalurkan ratusan sak semen dan seng sebagai dukungan konkret untuk membantu warga membangun kembali fondasi rumah mereka yang rusak akibat terjangan banjir. Aksi kemanusiaan Harita Nickel juga menjangkau Desa Yaba di Kabupaten Halmahera Selatan yang turut diterjang banjir dengan fokus pada pemulihan infrastruktur permukiman.
Di sana, perusahaan menyalurkan bantuan berupa 400 sak semen serta 150 lembar seng guna memperbaiki rumah warga.
Upaya pemulihan tersebut berjalan beriringan dengan langkah pemerintah dalam mengantisipasi ancaman anomali cuaca ekstrem di kawasan timur Indonesia.
Diberitakan Kompas.com, Rabu (14/1/2026), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiagakan alat berat untuk menangani sedimentasi masif di Sungai Ibu.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya