Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 Februari 2026, 17:01 WIB
Hotria Mariana,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Dari kajian tersebut, Harita Nickel kemudian menindaklanjuti dengan menjalankan program Kawasi Siaga Bencana yang menjangkau warga secara langsung.

Occupational Health and Safety (OHS) Manager Harita Nickel Supriyanto Suwarno menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud tanggung jawab sosial perusahaan.

Komitmen terhadap keberlanjutan, lanjutnya, dilakukan melalui penegakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH). Langkah ini menjadi standar utama dalam operasional perusahaan.

"Hal tersebut juga mencakup keselamatan bagi masyarakat di lingkar operasional perusahaan," tutur Supriyanto dalam situs resmi Harita Nickel, Rabu (16/4/2025).

Baca juga: Cerita dari Pulau Obi: Reklamasi Tambang Tak Sekadar Menanam Ulang

Puncaknya, pada Desember 2025, Harita Nickel menggelar Pelatihan Tanggap Bencana secara intensif di Desa Kawasi. Sebanyak 51 warga desa dilibatkan secara langsung dalam simulasi yang dirancang menyerupai kondisi nyata.

Materi yang diberikan mencakup teknik pemadaman api dini, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga prosedur evakuasi mandiri saat terjadi gempa atau tsunami.

Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan ini, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) juga dibentuk. Tim ini diproyeksikan sebagai garda terdepan atau first responder saat situasi darurat terjadi di tingkat desa.

Pelibatan institusi lain seperti Stasiun Meteorologi Oesman Sadik dan Kantor Search and Rescue (SAR) Ternate semakin memperkaya wawasan warga.

Kepala Seksi Kesejahteraan Pemerintah Desa Kawasi Bambang Bakir menyambut positif inisiatif ini.

“Pembentukan TSBD memperkuat peran warga sebagai pelaku utama dalam menghadapi potensi bencana alam,” ujar Bambang.

Ujian nyata di awal 2026

Sistem kesiapsiagaan yang telah dibangun tersebut langsung menemui ujiannya saat cuaca ekstrem menghantam wilayah Maluku Utara pada awal 2026.

Hujan deras mengguyur tanpa henti menyebabkan banjir parah di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, pada Selasa (6/1/2026). Sungai meluap, menyapu permukiman, dan merendam rumah-rumah warga hingga setinggi atap.

Di Desa Tongute Ternate, Sukarni Siu, salah satu warga terdampak, harus bertaruh nyawa menyelamatkan keluarganya saat air bah datang tiba-tiba pada tengah malam.

Ia tidak hanya harus menyelamatkan diri, tetapi juga menggendong suaminya yang sedang sakit parah ke tempat yang lebih tinggi karena air sudah setinggi dada orang dewasa. Kondisi semakin pelik karena anak sulungnya baru saja menjalani operasi amputasi di Ternate.

"Ini sangat berat. Mengurus rumah, suami yang sakit, dan memikirkan anak yang diamputasi di tengah bencana," tuturnya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Pemerintah
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Pemerintah
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
LSM/Figur
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Pemerintah
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Pemerintah
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Pemerintah
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Pemerintah
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Pemerintah
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Swasta
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
Pemerintah
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
LSM/Figur
'Blue Carbon' Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
"Blue Carbon" Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau