Namun, dalam waktu sekitar 24 jam setelah dikembalikan ke kondisi pertumbuhan optimal, jumlahnya kembali normal.
Studi tersebut mengidentifikasi mekanisme, jalur, dan gen spesifik yang terlibat dalam pemulihan tanaman dari stres dingin dan garam. Hasilnya, hal-hal tersebut terpelihara di berbagai spesies tanaman.
Temuan dari studi ini membuka pintu bagi pemuliaan dan rekayasa genetika tanaman dengan peningkatan toleransi terhadap tekanan lingkungan.
"Kita tidak bisa menghentikan gelombang panas atau badai salju. Jadi, kami sedang mengidentifikasi gen yang dapat membantu tanaman pulih dari peristiwa-peristiwa ini dan tetap berproduksi tepat waktu untuk panen," ucap Ashraf.
Selain itu, para peneliti berencana untuk menunjukkan bahwa proses pemulihan juga terjadi pada berbagai tanaman pangan Kanada. Tak terkecuali, varietas gandum.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya