BrandzView
Konten ini merupakan Kerjasama Kompas.com dengan PLN

Hadapi Cuaca Ekstrem, PLN Bagikan 3 Tip Aman Kelistrikan

Kompas.com, 19 Februari 2026, 12:55 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Februari 2026 meningkatkan risiko bahaya kelistrikan, terutama saat hujan lebat disertai banjir dan genangan air di permukiman warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di berbagai daerah.

Merespons kondisi tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek keselamatan kelistrikan di rumah ataupun lingkungan sekitar.

Executive Vice President (EVP) Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama perseroan dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem.

Baca juga: Tarif Listrik per kWh 17-22 Februari 2026 untuk Semua Golongan Pelanggan PLN

“Saat cuaca ekstrem, keselamatan pelanggan dan masyarakat menjadi fokus utama kami. PLN mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan kelistrikan, baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar,” ujar Gregorius dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Gregorius menjelaskan, terdapat tiga langkah utama keselamatan kelistrikan yang perlu diperhatikan masyarakat, khususnya bila terjadi genangan air atau kenaikan permukaan air akibat hujan lebat dan banjir.

Pertama, apabila air mulai memasuki rumah, pelanggan diimbau segera mematikan aliran listrik melalui miniature circuit breaker (MCB) yang berada di meteran atau kWh meter.

Langkah tersebut penting untuk mencegah risiko tersengat listrik atau potensi kebakaran akibat korsleting.

Baca juga: PLN Tingkatkan Kapasitas SPKLU untuk Mudik Lebaran 2026

Kedua, lanjut Gregorius, seluruh peralatan elektronik yang masih terhubung ke stop kontak sebaiknya segera dicabut.

Selain itu, apabila genangan air berpotensi meningkat, masyarakat dianjurkan memindahkan peralatan listrik dan elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan air guna menghindari arus pendek.

Ketiga, sebelum kembali menggunakan peralatan listrik dan elektronik setelah banjir surut, pastikan seluruh perangkat tersebut dalam kondisi benar-benar kering.

“Langkah ini (perlu diperhatikan) agar masyarakat terhindar dari potensi bahaya listrik karena air merupakan konduktor yang kuat (dan dapat membahayakan keselamatan). Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir,” imbuh Gregorius.

Baca juga: Tarif Listrik PLN Subsidi dan Non-subsidi, Berlaku 16-22 Februari 2026

Selain langkah pencegahan di tingkat rumah tangga, PLN juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan potensi ancaman keselamatan dari jaringan listrik akibat banjir atau dampak cuaca ekstrem lainnya.

Laporan tersebut mencakup kondisi yang memerlukan penghentian sementara pasokan listrik demi menjaga keselamatan bersama.

Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan ataupun informasi terkait potensi gangguan kelistrikan melalui fitur Pengaduan pada aplikasi PLN Mobile.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Dalam kondisi banjir tertentu, pasokan listrik dapat dipadamkan sementara untuk mencegah risiko yang lebih besar,” tutur Gregorius.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
LSM/Figur
Banyak Negara Gagal Penuhi Target Pengurangan Risiko Pestisida PBB
Banyak Negara Gagal Penuhi Target Pengurangan Risiko Pestisida PBB
LSM/Figur
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
LSM/Figur
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
Swasta
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
LSM/Figur
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
LSM/Figur
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
Swasta
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
Pemerintah
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Pemerintah
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Pemerintah
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
Swasta
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Swasta
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
LSM/Figur
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
LSM/Figur
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
LSM/Figur
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau