KOMPAS.com – Potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Februari 2026 meningkatkan risiko bahaya kelistrikan, terutama saat hujan lebat disertai banjir dan genangan air di permukiman warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di berbagai daerah.
Merespons kondisi tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek keselamatan kelistrikan di rumah ataupun lingkungan sekitar.
Executive Vice President (EVP) Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama perseroan dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem.
Baca juga: Tarif Listrik per kWh 17-22 Februari 2026 untuk Semua Golongan Pelanggan PLN
“Saat cuaca ekstrem, keselamatan pelanggan dan masyarakat menjadi fokus utama kami. PLN mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan kelistrikan, baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar,” ujar Gregorius dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Gregorius menjelaskan, terdapat tiga langkah utama keselamatan kelistrikan yang perlu diperhatikan masyarakat, khususnya bila terjadi genangan air atau kenaikan permukaan air akibat hujan lebat dan banjir.
Pertama, apabila air mulai memasuki rumah, pelanggan diimbau segera mematikan aliran listrik melalui miniature circuit breaker (MCB) yang berada di meteran atau kWh meter.
Langkah tersebut penting untuk mencegah risiko tersengat listrik atau potensi kebakaran akibat korsleting.
Baca juga: PLN Tingkatkan Kapasitas SPKLU untuk Mudik Lebaran 2026
Kedua, lanjut Gregorius, seluruh peralatan elektronik yang masih terhubung ke stop kontak sebaiknya segera dicabut.
Selain itu, apabila genangan air berpotensi meningkat, masyarakat dianjurkan memindahkan peralatan listrik dan elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan air guna menghindari arus pendek.
Ketiga, sebelum kembali menggunakan peralatan listrik dan elektronik setelah banjir surut, pastikan seluruh perangkat tersebut dalam kondisi benar-benar kering.
“Langkah ini (perlu diperhatikan) agar masyarakat terhindar dari potensi bahaya listrik karena air merupakan konduktor yang kuat (dan dapat membahayakan keselamatan). Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir,” imbuh Gregorius.
Baca juga: Tarif Listrik PLN Subsidi dan Non-subsidi, Berlaku 16-22 Februari 2026
Selain langkah pencegahan di tingkat rumah tangga, PLN juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan potensi ancaman keselamatan dari jaringan listrik akibat banjir atau dampak cuaca ekstrem lainnya.
Laporan tersebut mencakup kondisi yang memerlukan penghentian sementara pasokan listrik demi menjaga keselamatan bersama.
Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan ataupun informasi terkait potensi gangguan kelistrikan melalui fitur Pengaduan pada aplikasi PLN Mobile.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Dalam kondisi banjir tertentu, pasokan listrik dapat dipadamkan sementara untuk mencegah risiko yang lebih besar,” tutur Gregorius.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya