Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panas Ekstrem di Indonesia, Suhu Tertinggi Capai 37 Derajat

Kompas.com, 13 Maret 2026, 14:07 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Cuaca panas ekstrem dirasakan di beberapa wilayah di Indonesia selama beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, rata-rata suhu dari Senin (9/3/2026) sampai Kamis (12/3/2026) berkisar antara 32,9 derajat celsius hingga 37 derajat celsius.

"Suhu udara maksimum tertinggi tercatat pada 10 Maret 2026 sebesar 37 derajat celsius di Provinsi Papua Selatan, sedangkan suhu maksimum terendah pada periode tersebut tercatat 32,9 derajat celsiys di wilayah Kalimantan Barat pada 11 Maret 2026," kata Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Baca juga:

Mengapa Indonesia dilanda panas ekstrem?

Dari fenomena MJO hingga berkurangnya tutupan awan

Panas ekstrem di Indonesia terjadi selama beberapa hari belakangan. Suhu tertinggi terjadi pada Selasa (10/3/2026) di Papua Selatan.SHUTTERSTOCK/Berke Panas ekstrem di Indonesia terjadi selama beberapa hari belakangan. Suhu tertinggi terjadi pada Selasa (10/3/2026) di Papua Selatan.

Andri menyampaikan, penyebab cuaca panas ekstrem berkaitan dengan pergeseran fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) ke arah timur yang menjauhi Indonesia bagian barat hingga tengah.

Terdapat pula monsun Asia yang cenderung melemah dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, lanjut Andri, kelembapan udara masih cukup tinggi. Namun, pembentukan awan dan hujan yang tidak merata, turut menyebabkan kondisi siang hari di beberapa wilayah Indonesia terasa lebih panas.

"Memasuki periode Maret hingga Mei, sebagian wilayah Indonesia masih dapat mengalami peningkatan suhu udara di atas normal atau kondisi cuaca yang terasa lebih panas," kata Andri.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh gerak semu matahari serta faktor regional lainnya seperti berkurangnya tutupan awan dan kondisi atmosfer yang relatif lebih kering seiring dengan datangnya periode pancaroba," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, menurut prakiraan musiman terbaru Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara akan berada di atas rata-rata untuk periode bulan Maret-April-Mei 2026, dilansir dari Bloomberg via Bangkok Post, Selasa (9/3/2026).

Berdasarkan proyeksi ASMC untuk periode tiga bulan ke depan, ada kemungkinan 80-100 persen suhu di atas normal di seluruh Indonesia dan Malaysia. Gelombang panas yang tidak biasa itu kemungkinan akan pertama kali melanda kedua negara tersebut.

Bahkan, fenomena panas tersebut diperkirakan meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara dalam dua bulan berikutnya.

Gangguan berkepanjangan akan mengancam pembangkit listrik di Asia Tenggara yang bergantung bahan bakar fosil. Gangguan tersebut kemungkinan terjadi hingga April dan Mei 2026, saat suhu dapat melonjak hingga sangat panas.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ini Modus Perusahaan Hindari Bayar THR Karyawan Jelang Lebaran 2026
Ini Modus Perusahaan Hindari Bayar THR Karyawan Jelang Lebaran 2026
LSM/Figur
Panas Ekstrem di Indonesia, Suhu Tertinggi Capai 37 Derajat
Panas Ekstrem di Indonesia, Suhu Tertinggi Capai 37 Derajat
Pemerintah
Fakta Proyek Waste to Energy di Indonesia, Waktu hingga Lokasi
Fakta Proyek Waste to Energy di Indonesia, Waktu hingga Lokasi
Pemerintah
Agroforestri: Jembatan Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan
Agroforestri: Jembatan Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan
Pemerintah
Prabowo Susun 2 Kebijakan Perlindungan Gajah dan Taman Nasional
Prabowo Susun 2 Kebijakan Perlindungan Gajah dan Taman Nasional
Pemerintah
Hujan Masih Turun di Indonesia, Diprediksi hingga Sepekan ke Depan
Hujan Masih Turun di Indonesia, Diprediksi hingga Sepekan ke Depan
Pemerintah
Konflik AS-Israel Vs Iran Jadi Momentum Indonesia Percepat Penggunaan BBM Bersih
Konflik AS-Israel Vs Iran Jadi Momentum Indonesia Percepat Penggunaan BBM Bersih
Pemerintah
Hutan Mangrove Bisa Kekurangan Oksigen akibat Pemanasan Global
Hutan Mangrove Bisa Kekurangan Oksigen akibat Pemanasan Global
LSM/Figur
Apa Peran AI dalam Hadapi Tantangan Sistem Pangan Global?
Apa Peran AI dalam Hadapi Tantangan Sistem Pangan Global?
LSM/Figur
GEF Kucurkan Rp 74,6 Miliar untuk Lindungi Biodiversitas dari Spesies Invasif
GEF Kucurkan Rp 74,6 Miliar untuk Lindungi Biodiversitas dari Spesies Invasif
Pemerintah
Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan
Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan
Swasta
Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
Pemerintah
Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim
Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim
Swasta
Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?
Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?
LSM/Figur
Tren Cyberbullying pada Anak Meningkat, Diperparah oleh AI
Tren Cyberbullying pada Anak Meningkat, Diperparah oleh AI
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau