Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

El Nino Diprediksi Terjadi Lagi Tahun 2026, Dunia Bisa Makin Panas

Kompas.com, 3 Maret 2026, 19:23 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Fenomena iklim El Nino diperkirakan bisa kembali terjadi tahun 2026 dan berpotensi membuat suhu bumi makin panas.

Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat atau National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebut, ada peluang 50 hingga 60 persen El Nino berkembang pada periode Juli-September dan seterusnya.

Baca juga:

El Nino diprediksi kembali terjadi tahun 2026

El Nino adalah fase pemanasan dari pola iklim alami di Samudera Pasifik tropis yang dikenal sebagai El Nino-Southern Oscillation (ENSO).

Nama El Nino berasal dari istilah yang digunakan nelayan Peru dan Ekuador pada abad ke-19. Mereka menyebut arus laut hangat yang muncul menjelang Natal sebagai "El Nino" atau "anak laki-laki". Arus hangat ini mengurangi hasil tangkapan ikan mereka.

Sebaliknya, ilmuwan menggunakan nama La Nina sebagai fase kebalikan dari El Nino. Di antara keduanya ada fase netral.

Dampak El Nino pada suhu global

El Nino melemahkan angin pasat yang biasanya bertiup dari timur ke barat di Pasifik tropis. Pelemahan ini membuat wilayah tengah dan timur Pasifik yang biasanya lebih dingin menjadi lebih hangat.

Pemanasan ini mengubah pola curah hujan di wilayah ekuator Pasifik dan memengaruhi pola angin global. Panas tambahan di permukaan laut Pasifik melepaskan energi ke atmosfer. Energi ini bisa mendorong kenaikan suhu rata-rata global secara sementara.

"Dengan segala hal lainnya tetap sama, peristiwa El Nino tipikal cenderung menyebabkan peningkatan sementara pada suhu rata-rata global sebesar 0,1 derajat celsius hingga 0,2 derajat celsius,” kata ahli meteorologi dari NOAA, Nat Johnson, dilansir dari AFP, Selasa (3/3/2026).

El Nino terjadi setiap dua hingga tujuh tahun. Fenomena ini biasanya membawa kondisi lebih kering di Asia Tenggara, Australia, Afrika bagian selatan, dan Brasil utara.

Sebaliknya, sebagian wilayah Afrika, wilayah Amerika Serikat bagian selatan, Peru, dan Ekuador cenderung lebih basah.

Baca juga:

Apakah 2026 akan jadi tahun terpanas?

El Nino berpeluang terjadi tahun 2026 menurut NOAA. Fenomena ini bisa mendorong suhu global ke rekor tertinggi baru.Freepik El Nino berpeluang terjadi tahun 2026 menurut NOAA. Fenomena ini bisa mendorong suhu global ke rekor tertinggi baru.

El Nino terakhir terjadi pada 2023-2024. Peristiwa itu berkontribusi menjadikan 2023 sebagai tahun terpanas kedua dalam catatan sejarah dan 2024 sebagai yang terpanas sepanjang masa.

Carlo Buontempo, Direktur Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa, mengatakan, tahun 2026 bisa menjadi tahun pemecah rekor jika El Nino muncul tahun ini.

Namun, Tido Semmler dari Layanan Meteorologi Nasional Irlandia menyebut, dampak El Nino bisa lebih terasa pada tahun 2027 dibanding tahun 2026 jika fenomena ini berkembang pada paruh kedua tahun ini.

“Butuh waktu bagi atmosfer global untuk bereaksi terhadap El Nino,” ujar Semmler. 

Ia juga menegaskan ada risiko 2026 tetap menjadi tahun terpanas meski tanpa El Nino. Tren pemanasan global terus berlangsung.

Jika El Nino berkembang pada paruh kedua 2026, tahun 2027 menghadapi risiko lebih besar menjadi tahun terpanas baru.

Episode La Nina terbaru tergolong lemah dan singkat. Fenomena ini dimulai pada Desember 2024 dan diperkirakan masuk fase netral pada periode Februari-April.

Adapun La Nina mendinginkan Samudera Pasifik bagian timur selama satu hingga tiga tahun. Dampaknya berlawanan dengan El Nino.

La Nina biasanya membawa kondisi lebih basah di Australia, Asia Tenggara, India, Afrika tenggara, dan Brasil utara. Sementara itu, sebagian Amerika Selatan menjadi lebih kering.

Meski begitu, La Nina tidak menghentikan 2025 menjadi tahun terpanas ketiga dalam catatan.

Baca juga: Laut Makin Panas, Paus di Atlantik Utara Terpaksa Ubah Pola Makan

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau