Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Danantara Siapkan Platform Investasi Energi Berbasis Sampah

Kompas.com, 7 April 2026, 19:26 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan platform investasi untuk pengembangan energi berbasis sampah (waste-to-energy/WtE) guna mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengatasi persoalan pengelolaan sampah di Indonesia.

Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Muliaman Darmansyah Hadad mengatakan pengembangan WtE menjadi salah satu prioritas karena Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah yang belum optimal dari hulu hingga hilir.

"Persoalan sampah di Indonesia tidak sederhana. Salah satu masalah utamanya adalah belum adanya pemilahan sejak dari rumah tangga, sehingga di hilir membutuhkan teknologi yang lebih kompleks," katanya saat menjadi pembicara di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, (7/4/2026).

Baca juga: 34 Proyek WtE Dibangun Atasi Darurat Sampah, Green Jobs Terbuka untuk Berbagai Jurusan

Ia mengatakan masyarakat di negara maju telah terbiasa memilah sampah sejak dari sumber, sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien dan menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

Sebaliknya di Indonesia, sampah yang tercampur menyebabkan kualitas bahan baku energi menjadi rendah. Bahkan, sebagian material dengan nilai kalor tinggi telah diambil lebih dulu di tingkat pengumpul, sehingga menyisakan sampah dengan daya bakar rendah di tempat pemrosesan akhir (TPA).

"Kondisi ini membuat efisiensi pengolahan menjadi rendah dan biaya menjadi lebih tinggi karena perlu proses tambahan seperti pengeringan," katanya.

Selain aspek teknis, ia juga menyoroti faktor sosial dalam rantai pengelolaan sampah yang cukup kompleks karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pemulung hingga pengelola TPA.

Oleh karena itu, edukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak awal menjadi kunci penting dalam meningkatkan efektivitas program WtE.

Dalam upaya mendorong percepatan pengembangan WtE, Danantara menyiapkan platform investasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan perguruan tinggi.

Melalui platform tersebut, Danantara akan berperan sebagai co-investor guna meningkatkan kepercayaan investor lain untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis, termasuk pengolahan sampah menjadi energi.

"Danantara hadir untuk memfasilitasi kolaborasi. Dengan adanya platform ini, kota-kota lain bisa ikut bergabung sehingga pengembangan proyek dapat lebih cepat," katanya.

Baca juga: Bali Siapkan TPA Baru di Klungkung untuk Sampah Organik, Anggaran Rp400 Miliar

Dikembangkan di Berbagai Kota

Ia mengatakan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) ditargetkan dapat dikembangkan di puluhan kota di Indonesia sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Secara keseluruhan, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hingga puluhan triliun rupiah dengan potensi kapasitas listrik ratusan megawatt, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang luas.

Selain menghasilkan energi, proyek ini juga berpotensi menekan emisi karbon, mengurangi volume sampah di TPA, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Namun demikian, ia mengakui biaya produksi energi dari WtE masih relatif lebih tinggi dibandingkan energi konvensional, sehingga diperlukan dukungan kebijakan, termasuk skema harga listrik dan pembiayaan yang menarik bagi investor.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau