Program tersebut menjangkau 16.591 anak, 301 guru dan pendamping di 83 sekolah dan lembaga, dengan nilai SROI sebesar 2,59.
Di bidang kesehatan, Srikandi Care berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi gizi, layanan kesehatan, serta upaya penurunan stunting. Program ini menjangkau 7.309 ibu dan 3.249 anak, dengan nilai SROI sebesar 2,68.
Di sisi internal, Inspiring Srikandi menjadi wadah pengembangan kapasitas perempuan melalui pelatihan nonkedinasan. Program ini telah diikuti oleh lebih dari 8.400 peserta.
“Kami percaya bahwa ketika perempuan diberdayakan, keluarga dan masyarakat juga akan tumbuh dan memberikan manfaat yang semakin luas,” tegas Kamia.
Baca juga: Sempat Padam dan Ganggu Stasiun, PLN Pastikan Listrik Jakarta Normal Kembali
Dampak program Srikandi Movement dirasakan oleh Lanny Juliana Mogot, salah satu penerima manfaat asal Manado, Sulawesi Utara.
Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) itu mengikuti program Women Support Women dan merasakan perubahan signifikan dalam pengembangan usahanya.
“Program ini benar-benar membantu kami untuk berkembang. Kami tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga ilmu dan pendampingan dalam menjalankan usaha,” kata Lanny.
Ia mengaku kini lebih percaya diri untuk meningkatkan usaha dan menambah penghasilan keluarga.
Melalui Srikandi Movement, PLN optimistis dapat terus memperluas dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Baca juga: PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
Upaya itu juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya