Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Tularkan Semangat Kartini, Srikandi Movement PLN Berdayakan 40.000 Jiwa di 140 Lokasi

Kompas.com, 22 April 2026, 11:31 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Semangat Raden Ajeng (RA) Kartini kini tak lagi sekadar kebaya, sanggul, dan seremoni, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata dalam mendorong ekonomi keluarga.

Melalui inisiatif Srikandi Movement, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menunjukkan bahwa kekuatan perempuan dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Srikandi Movement merupakan inisiatif Srikandi PLN yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup melalui pemberdayaan masyarakat. Sepanjang 2025 hingga menjelang Hari Kartini 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 40.000 penerima manfaat di 140 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, Srikandi PLN tidak hanya berperan dalam kegiatan operasional dan penyediaan energi listrik, tetapi juga aktif mendorong penciptaan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan.

Baca juga: Kabel PLN Tersangkut Truk, Jalan Kaligawe Semarang Macet Total 4 Kilometer

“Melalui Srikandi Movement, PLN ingin memastikan bahwa kehadiran kami memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Darmawan menambahkan, program itu dirancang untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian.

Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) ini tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga merupakan investasi kemanusiaan yang terukur.

Baca juga: Menuju Hub Digital Asia, BP Batam Wujudkan Proyek Pusat Data DayOne dan PLN Batam

Srikandi Movement diimplementasikan melalui lima inisiatif utama, yakni Srikandi Goes to School/Campus, Srikandi Sahabat Anak, Women Support Women, Srikandi Care, serta Inspiring Srikandi. Kelima program ini menyasar sektor pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, hingga pengembangan kapasitas perempuan.

Kebermanfaatan Srikandi Movement

Ketua Harian Srikandi PLN Kamia Handayani menyampaikan, Srikandi Movement telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat melalui berbagai inisiatif lintas sektor.

Dampak tersebut tecermin dari capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 89,5 serta nilai social return on investment (SROI) yang positif sebagai indikator manfaat yang dirasakan masyarakat.

Kamia menjelaskan, Women Support Women menjadi salah satu program unggulan dengan capaian implementasi yang signifikan. Program ini menjangkau 1.296 penerima manfaat dan melibatkan 36 kelompok, dengan nilai SROI mencapai 5,79 pada 2025.

Baca juga: PLN Kejar 4.118 Proyek Transisi Energi, Meski Dihantam Volatilitas Global

“Melalui Women Support Women, kami mendorong perempuan untuk lebih mandiri secara ekonomi, tidak hanya dengan memberikan akses dan peluang,” kata Kamia.

Ia menambahkan, peserta juga dibekali keterampilan, pendampingan, serta jejaring untuk memperkuat keberlanjutan usaha mereka.

Selain itu, program Srikandi Goes to School/Campus berfokus pada peningkatan literasi dan wawasan melalui kegiatan di luar kurikulum formal. Program ini telah menjangkau 5.102 peserta serta 240 tenaga pendidik di 60 lokasi.

Baca juga: Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau

Sementara itu, Srikandi Sahabat Anak memperkuat pemenuhan hak dan kesejahteraan anak melalui edukasi, pendampingan, serta bantuan kebutuhan dasar.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau