“Penyu merupakan salah satu spesies yang paling terdampak oleh sampah plastik di laut, mulai dari terjebak dalam limbah, tidak sengaja memakannya, hingga terhambatnya tukik mencapai permukaan. Melalui desain ini, kami ingin menegaskan komitmen dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” papar Miranda.
Seluruh produk yang dihasilkan peserta SCYEP menunjukkan berbagai inisiatif yang mempunyai dampak lingkungan dan sosial.
Senior General Manager Corporate Communications Starbucks Indonesia Avolina Raharjanti mengatakan bahwa SCYEP sejalan dengan komitmen Starbucks dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat sebagai bagian dari Global Month of Good yang diperingati tiap April.
Sejak 2011, perusahaan berupaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat setempat melalui berbagai inisiatif yang memberi nilai keberlanjutan.
“SCYEP menjadi salah satu upaya kami dengan memberikan kesempatan bagi siswa SMA dan SMK untuk memperoleh pengetahuan serta keterampilan kewirausahaan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan ide bisnis dan mempraktikannya secara langsung di sekolah,” papar Avolina.
Dia berharap, SCYEP dapat menjadi ruang bagi peserta untuk menggali potensi, membangun kreativitas, serta mengasah keterampilan bisnis yang relevan dengan dunia kerja di masa depan.
Executive Director PJI Utami Anita Herawati menuturkan bahwa semangat pantang menyerah dari peserta dapat membangun jiwa kewirausahaan.
“It’s okay kalau nantinya kalian tidak menjadi pengusaha, tapi jiwa entrepreneur (yang didapat dari program ini) akan menjadi bekal untuk berkarier nanti,” ucap Anita.
Ia juga meyakini bahwa program tersebut dapat menjangkau lebih banyak anak muda di Indonesia.
Hal itu pun diamini oleh Revi. Menurutnya, program ini melatih cara berpikir kritis dan pemecahan masalah yang menjadi fondasi dalam membangun perusahaan.
“Awalnya aku melihat orangtuaku sebagai entrepreneur. Dan, dari program ini, skill kewirausahaan aku pun semakin terasah,” ucap Revi.
Adapun Chris kian mantap untuk membangun perusahaan sendiri di kemudian hari.
“(Berkat SCYEP,) probabilitas aku bikin usaha sendiri dan sukses semakin meningkat,” ucap Chris optimistis.
SCYEP rupanya juga membulatkan tekad Miranda untuk membangun bisnis.
“Program ini bikin aku paham gimana sih real companies itu berjalan dengan banyaknya orang yang pemikirannya beda-beda, idenya beda-beda banget. Kami bahkan kesulitan menyatukan ide, tapi kami didorong untuk menyatukan ide tersebut sehingga mencapai target bersama,” jelas dia.
Sebagai informasi, kedua sekolah peraih The Best Student Company akan maju ke kompetisi SCYEP tingkat nasional pada Juli mendatang sebelum unjuk gigi di tingkat global.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya